Mari Belajar Biologi

Variabel Bebas dan Terikat

0

Variabel bebas dan terikat – Dalam melakukan suatu percobaan, kita pasti akan menggunakan suatu variabel tertentu untuk mengetahui hasil dari percobaan. Jika kamu merupakan mahasiswa yang sudah mengambil mata kuliah metode penelitian atau mahasiswa yang sedang melakukan penelitian mungkin sudah tidak asing dengan istilah variabel.

Pengertian variabel sendiri adalah suatu faktor yang berperan penting dalam penelitian. Variabel merupakan suatu fokus hal yang diamati dalam penelitian, sedangkan variabel penelitian merupakan semua komponen seperti perlakuan, faktor, atribut atau suatu variasi yang nantinya akan dipelajari dan ditarik kesimpulan. Beberapa ahli juga ada yang berpendapat bahwa variabel adalah suatu atribut yang memiliki suatu variasi antara objek yang satu dengan objek yang lain.

Itulah pengertian dari variabel. Jika ditelusuri lebih dalam lagi, dalam ilmu biologi variabel ada banyak jenisnya. Namun yang akan kita bahas disini adalah variabel bebas dan variabel terikat saja. Untuk lebih detailnya, berikut penjelasan dari variabel bebas dan terikat.

VARIABEL BEBAS DAN TERIKAT

  1. Variabel Bebas

Variabel bebeas juga biasa disebut dengan istilah variabel penyebab atau independent variables. Pengertian variabel bebas adalah suatu variabel yang berpengaruh, yaitu suatu faktor yang diukur, dipilih atau dimanipulasi oleh researcher dalam menentukan hubungan dari fenomena yang diamati.

  1. Variabel terikat

Variabel terikat memiliki nama lain yaitu dependent variables atau variabel tergantung. Penjelasan dari dependent variables adalah faktor yang diamati dan diukur dengan tujuan untuk menentukan adanya pengaruh dari variabel bebas. Misalnya saja faktor yang muncul atau tidak, atau bisa juga berubah.

Memang pengertiannya cukup rumit untuk dipahami. Agar lebih mudah mencerna pengertian dari keduanya, berikut saya contohkan kasus penelitian untuk memudahkanmu dalam memahami pengertian variabel.

CONTOH KASUS

Misalnya saja dalam penelitian biologi, terdapat dua kelompok perlakuan yaitu kelompok yang diberi perlakuan dan kelompok kontrol (kelompok yang tidak diberikan perlakuan apapun). Pada kelompok perlakuan, diberikan satu atau beberapa variabel yang disesuaikan dengan tujuan penelitian serta tersedianya alat, bahan dan tentu saja biaya.

Misalnya judul percobaan adalah “Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Pertumbuhan Tanaman”. Pada percobaan ini, pada kelompok perlakuan harus menggunakan beberapa variasi intensitas cahaya. Sedangkan pada kelompok kontrol, intensitas cahaya tidak diubah (diletakkan dalam tempat terbuka). Pada percobaan tersebut, cahaya adalah variabel bebas dan pertumbuhan tanaman adalah variabel terikat. Sebaliknya, pada variabel yang tidak diteliti seperti intensitas penyiraman dan suhu diberikan perlakuan yang sama baik pada kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan.

Setelah menentukan alat, bahan dan variabel percobaan sudah dapat dilakukan. Contohnya percobaan “Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Pertumbuhan Tanaman” menggunakan tanaman A. Kita menyediakan tanaman A dalam 5 pot yaitu pot 1, pot 2, pot 3, pot 4 dan pot kontrol sebagai kontrol. Masing-masing pot dletakkan pada tempat dengan intensitas cahaya yang berbeda. Misalnya pot 1 diletakkan di tempat yang intensitas cahayanya 0%, pot 2 diletakkan si tempat yang intensitas cahayanya 25%, pot 3 diletakkan di tempat dengan intensitas cahaya 50%, pot 4 diletakkan di tempat dengan intensitas cahaya 75% sedangkan pot kontrol diletakkan ditempat dengan intensitas cahaya penuh 100%. Untuk penyiraman dan jenis tanah semua pot diberi perlakuan yang sama, pembedanya hanya intensitas cahaya yang diberikan. Jika percobaan sudah dilakukan sesuai waktu yang dilakukan, maka hasil pertumbuhan tanaman A akan terlihat dengan membandingkan pot 1-4 dengan pot kontrol.

Setelah percobaan selesai dan hasil sudah didapat, langkah berikutnya adalah menarik kesimpulan. Kesimpulan ini berisi hasil percobaan yang sudah dilakukan tadi berdasarkan data yang didapat. Kesimpulan ini dapat mendukung atau bahkan tidak mendukung hipotesis yang sudah dibuat sebelumnya.

Itulah tadi penjelasan dari variabel bebas dan terikat beserta contohnya. Mempelajari teori memang lebih sulit dibandingkan praktek langsung. Maka dari itu jika kamu sudah melakukan penelitian sendiri pasti akan lebih memahami arti dari variabel tersebut. Ilmu yang didapat dari praktek sendiri memang lebih ngena bukan?

Demikian artikel mengenai variabel bebas dan terikat. Semoga dapat menambah wawasanmu terutama bagi kamu yang sudah menjelang masa penelitian. Semoga bermanfaat.

Sumber :

Aryulina, Diah., Muslim, Choirul., Manaf, Syalfinaf., Winarni, Endang W. 2006. Biologi. Jakarta: Erlangga.

Leave A Reply

Your email address will not be published.