Mari Belajar Biologi

Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

0

Hallo sahabat edubiologi, kita jumpa lagi nih. Pada kesempatan kali ini kami akan share contoh laporan praktikum biologi terkait Tumbuhan Lumut (Bryophyta), semoga bermanfaat!

Pengamatan Lumut di Taman Penggaron

I. JUDUL

Pengamatan paku di taman Penggaron

II. Tanggal dan Tempat

:  29 Mei di Taman Penggaron

 III. Tujuan

Mengetahui klasifikasi paku

IV. Dasar Teori

Pengertian Lumut

Lumut merupakan kelompok tumbuhan yang telah beradaptasi dengan lingkungan darat. Kelompok tumbuhan ini penyebarannya menggunakan spora dan telah mendiami bumi semenjak kurang lebih 350 juta tahun yang lalu. Pada masa sekarang ini Bryophyta dapat ditemukan disemua habitat kecuali di laut (Gradstein,2003). Dalam skala evolusi lumut berada diantara ganggang hijau dan tumbuhan berpembuluh (tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji). Persamaan antara ketiga tumbuhan tersebut adalah ketiganya mempunyai pigmen fotosintesis berupa klorofil A dan B, dan pati sebagai cadangan makanan utama (Hasan dan Ariyanti, 2004).

Perbedaan mendasar antara ganggang dengan lumut dan tumbuhan berpembuluh telah beradaptasi dengan lingkungan darat yang kering dengan mempunyai organ reproduksi (gametangium dan sporangium), selalu terdiri dari banyak sel (multiselluler) dan dilindungi oleh lapisan sel-sel mandul, zigotnya berkembang menjadi embrio dan tetap tinggal di dalam gametangium betina. Oleh karena itu lumut dan tumbuhan berpembuluh pada umumnya merupakan tumbuhan darat tidak seperti ganggang yang kebanyakan aquatik (Tjitrosoepomo, 1989).

Lumut dapat dibedakan dari tumbuhan berpembuluh terutama karena lumut (kecuali Polytrichales) tidak mempunyai sistem pengangkut air dan makanan. Selain itu lumut tidak mempunyai akar sejati, lumut melekat pada substrat dengan menggunakan rhizoid. Siklus hidup lumut dan tumbuhan berpembuluh juga berbeda (Hasan dan Ariyanti, 2004). Pada tumbuhan berpembuluh, tumbuhan sesungguhnya di alam merupakan generasi aseksual (sporofit), sedangkan generasi gametofitnya sangat tereduksi.  Sebaliknya pada lumut, tumbuhan sesungguhnya merupakan generasi seksual (gametofit). Sporofit lumut sangat tereduksi dan selama perkembangannya melekat dan tergantung pada gametofit (Polunin, 1990).

Ciri-ciri lumut secara umum adalah sebagai berikut :

  • Berwarna hijau, karena sel-selnya memiliki kloroplas (plastida).
  • Struktur tubuhnya masih sederhana, belum memiliki jaringan pengangkut.
  • Proses pengangkutan air dan zat mineral di dalam tubuh berlangsung secara difusi dan dibantu oleh aliran sitoplasma.
  • Hidup di rawa-rawa atau tempat yang lembab.
  • Ukuran tinggi tubuh ± 20 cm.
  • Dinding sel tersusun atas sellulose.
  • Gametangium terdiri atas anteredium dan archegoniom.
  • Daun lumut tersusun atas selapis sel berukuran kecil mengandung kloroplas seperti jala, kecuali pada ibu tulang daunnya.
  • Hanya mengalami pertumbuhan primer dengan sebuah sel pemula berbentuk tetrader.
    Belum memiliki akar sejati, sehingga menyerap air dan mineral dalam tanah menggunakan rhizoid.
  • Rhizoid terdiri atas beberapa lapis deretan sel parenkim.
    Sporofit terdiri atas kapsul dan seta.
  • Sporofit yang ada pada ujung gametofit berwarna hijau dan memiliki klorofil, sehingga bisa melakukan fotosintesis.

Klasifikasi Lumut

  1. Divisio tumbuhan lumut dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu:
a. Musci (lumut daun)

Disebut lumut daun karena pada jenis lumut ini telah ditemukan daun meskipun ukurannya masih kecil. Lumut daun merupakan jenis lumut yang banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya adalah Polytrichum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan Sphagnum.

b. Hepaticae (lumut hati)

Lumut hati atau Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan peleburan gamet jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan gemmae. Contohnya adalah Marchantia polymorpha.

c. Anthocerotaceae (lumut tanduk)

Disebut sebagai lumut tanduk karena morfologi sporofitnya mirip seperti tanduk hewan. Contohnya adalah Anthoceros leavis.

siklus hidup lumut

Lumut mengalami siklus hidup diplobiontik dengan pergantian generasi heteromorfik. Kelompok tumbuhan ini menunjukkan pergiliran generasi gametofit dan sporofit yang secara morfologi berbeda. Generasi yang dominan adalah gametofit, sementara sporofitnya secara permanen melekat dan tergantung pada gametofit. Generasi sporofit selama hidupnya mendapat makanan dari gametofit seperti pada Gambar 2.2 (Mishler et al, 2003).

Pada siklus hidup tumbuhan lumut, sporofit menghasilkan spora yang akan berkecambah menjadi protonema. Selanjutnya dari protonema akan muncul gametofit. Generasi gametofit mempunyai satu set kromosom (haploid) dan menghasilkan organ sex (gametangium) yang disebut archegonium (betina) yang
menghasilkan sel telur dan antheredium (jantan) yang menghasilkan sperma berflagella (antherezoid dan spermatozoid). Gametangium biasanya dilindungi oleh daun-daun khusus yang disebut bract (daun pelindung) atau oleh tipe struktur pelindung lainnya (Mishleretal,2003).

V. Alat dan Bahan

  1. Pisau
  2. Buku Panduan
  3. Tas plastic
  4. Stoples
  5. Alat tulis
  6. Alat dokumentasi (kamera digital dan handycam)

VI.Cara Kerja

  1. Menyiapkan alat bahan yang sudah ditentukan
  2. Menjelajahi daerah perah Penggaron
  3. Ambil tumbuhan paku dan lumut dengan hati-hati disekitar daerah tersebut
  4. Ambil semua bagian tumbuhan tersebut termasuk akar
  5. Masukan tumbuhan paku dan lumut dalam tas plastic
  6. Menyiapkan buku panduan dan mengidentifikasi tumbuhan paku dan lumut yang sudah di ambil.

VII. Hasil Pengamatan

Hasil Pengamatan Lumut :

Gambar pengamatan

Gambar literature

                   Polytricum commune

Polytricum commune

Polytricum commune
 

Physcia  sp.

            Physcia  sp.

  Physcia  sp.
Lumut

Riccia sp.

Riccia sp.

 

Variabel bebas : Macam-macam tumbuhan paku dan lumut, keterangan gambar, deskripsi sementara, deskripsi sebenarnya dan klasifikasi.

Variabel terikat : Mengenal berbagai macam spesies serta ciri-ciri dan taksonomi dari tumbuhan paku dan lumut.

Variabel Terkontrol : Membandingkan dengan buku panduan tumbuhan paku dan lumut yang telah ditemukan.

VIII. Pembahasan 

  • Klasifikasi

Dalam observasi lumut kami menemukan 3 jenis tumbuhan lumut yaitu :

Kingdom: Plantae

Divisi:  Briophyta

Kelas: Briopsida

Ordo: Polytricales

Famili: Polytrichaceae

Genus: Polytricum

Spesies: Polytricum commune

(Plantamor,2012)

  • Deskripsi

Pengamatan yang pertama yaitu terhadap lumut daun atau Briophyta yaitu pada genus Polytricum spesies Polytricum commune yang kami temukan hampir di banyak lokasi penelitian. Ukuran talusnya terlihat lebih besar dari lumut tanduk. Membentuk koloni yang luas dan batangnya tegak sekitar 5 cm. Memiliki rhizoid yang berupa benang-benang seperti akar.

Menurut(Birsyam, 1992) Polytricum commune memiliki cirri-ciri antara lain Tangkainya tegak, bentuk sporangiumnya bulat lonjong, memiliki kaliptra sebagai ujung yang menutupi sporangium. Kapsul merupakan tangkai yang mendukung arkegonium dan anteredium.Filoid adalah bagian tubuhnya yang menyerupai daun. Sementara rizoid adalah bagian yang berfungsi menyerap zat-zat hara. Memiliki juga sporangium sebagai kotak spora yang merupakan alat perkembangbiakan. Seta adalah pendukung anteredium dan arkegonium.

  • Klasifikasi

Kingdom:  Fungi

Divisi:  Lichenes

Kelas:  Ascholicenes

Ordo:  lecanorales

Family:  Physciaceae

Genus:  Physcia

Spesies:  Physcia  sp.

(Chang, 1978)

  • Deskripsi

Menurutkan pengamatan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa jenis lumut kerak ini memiliki thalus yang sebagian menempel pada substrat dengan berwarna putih hingga abu-abu kehijauan. Dengan bentuk thalus yang menyerupai daun dan bagian tepi yang sedikit menjungkit.

Menurut Kurniawan (2009) lichen foliose memiliki struktur seperti daun yang terstruktur dan tersusun oleh lobus-lobus. Lichen ini relatif lebih longgar melekat pada substratnya. Talusnya datar, lebar, banyak lekukan seperti daun yang mengkerut berputar. Bagian permukaan atas dan bawah berbeda. Lichen ini melekat pada batu, ranting dengan rhizenes. Rhizenes juga berfungsi sebagai alat untuk mengabsorpsi makanan. Contoh: Xantoria, Physcia, Parmelia, dan lain-lain.

Lumut kerak ini juga penyusunnya dari alga hijau dan jamur ascomycetes, talusnya berbentuk foliose, berwarna abu-abu, percabangannya lebih halus dari Pamelia yang hampir lekat dengan substrat dan agak membundar sehingga Physcia  sp. ini sering dikira bertalus crustose, biasanya banyak pada kulit pepohonan (Bold.1987).

  • Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Divisi: Briyophyta

Kelas: Hepaticeae

Ordo: Marchantiales

Famili: Ricciaceae

Genus: Riccia

Spesies: Riccia sp

(Plantamor,2012)

  • Deskripsi

Dapat di temukan di bebatuan yang lembab dan kayu yang lapuk atau biasanya di gunakan dalam akuarium. Dikotomus bercabang membentuk sebuah roset. Bagian atas (dorsal) permukaan talus berwarna hijau. Bawah (ventral) permukaan memiliki punggung perut pertengahan bantalan satu baris sisik multiselular di kedua sisi punggung bukit. Ada banyak rhizoids uniseluler dua jenis pada permukaan ventral Salah satu jenis disebut mulus dan jenis lainnya adalah dipatok atau tuberculated rhizoids; ini membantu aborption. Di dalam talus terdapat ruang udara dan liang udara yang berfungsi untuk mencegah masuknya air.

IX. Kesimpulan

Dapat diketahui beberapa keanekaragaman tumbuhan rendah yang kaya pada daerah kawasan Taman Hutan Penggaron. Seperti halnya bentuk-bentuk tumbuhan lumut dan juga lichen.

X. Saran.

Diharapkan studi lapangan berikutnya yaitu harus lebih baik dari yang sekarang,  baik dari segi sarana dan prasarana harus lebih diperhatikan. Efisiensi waktu perlu diperhatikan agar dapat melakukan studi lapangan dengan benar, optimal dan mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya.

Baca juga artikel menarik lainnya :Pengertian, Klasifikasi, Anatomi Tubuh Katak

Daftar pustaka

  • Tjitrosoepomo, Gembong. 1989.Taksonomi Tumbuhan Rendah. Yogyakarta:

GadjahMada University.

  • Sianipar, Prowel. 2010.Biologi. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher
  • Pteridophyta. http://budisma.web.id/materi/sma/biologi-kelasx/ciri-ciri-tumbuhan-paku-pteridophyta/ (10 juni 2013)
  • 2000.Biologi Umum. Jakarta: Erlangga.
  • Birsyam, Inge L. 1992. Botani Tumbuhan Rendah. Bandung: ITB.
  • Tjitrosoepomo, Gembong. 1989. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta : Gajah Mada University Press
  • Birsyam,Inge.2004.Botani tumbuhan Rendah.Bandung : Biologi FMIP ITB
  • Campbell NA, Reece JB, Mitchell LG,  and Taylor MR. 2002. Biologi. 4th , Addison Wesley World Student Series, San Fransisco.

Sekian pembahasan terkait tanaman Lumut, semoga bermanfaat jangan lupa komen terkait penulisan, kunjungi juga : Tumbuhan Paku

Leave A Reply

Your email address will not be published.