Mari Belajar Biologi

Sistem Saraf Pada Manusia

4

Sistem saraf pada manusia – Pernahkah kamu berfikir bagaimana bisa tubuh kamu mengatur semua kegiatannya dengan teratur dan sangat sistematis? Yup, tubuh kita ini memiliki sistem koordinasi guys. Sistem koordinasi ini adalah organ dan sistem organ yang bekerjasama dan sistematis. Sistem koordinasi ini meliputi sistem indera, sistem saraf dan sistem hormon. Ketiganya sangat berhubungan dalam mengkoordinir tubuh kita dalam melakukan segala aktifitas sehari-hari.

Pada kesempatan kali ini saya akan fokus membahas tentang sistem saraf pada manusia. Sistem saraf merupakan sistem koordinasi berupa penghantaran impuls atau rangsangan menuju saraf pusat. Sistem saraf ini berfungsi untuk mengatur kegiatan seperti kontraksi pada otot, metabolism yang terjadi di dalam tubuh, mengatur kecepatan sekresi dari kelenjar dan lain-lain. Intinya sistem saraf memiliki banyak sekali fungsi dan bersifat sangat kompleks.

Sistem saraf menerima jutaan rangsangan yang berasal dari berbagai organ. Semua rangsangan itu akan bersatu dan akan menentukan respon yang nantinya akan diberikan oleh tubuh. Wah, gak kebayang kan betapa rumitnya sistem saraf ini? Rangsangan sendiri dibagi menjadi dua, yaitu rangsangan dari luar (eksternal) dan dari dalam tubuh (internal).

Sistem saraf pada manusia juga terdiri dari beberapa bagian dan masing-masing memiliki tugas tersendiri. Misalnya ada bagian khusus yang bertugas untuk menerima rangsang (terdapat pada sistem indera), ada juga bagian yang bertugas untuk meneruskan rangsangan ke saraf pusat (saraf pusat), dan ada juga bagian yang bertugas untuk meneruskannya ke efektor untuk diekspresikan responnya (saraf motorik).

SISTEM SARAF PADA MANUSIA

Sistem saraf tersusun dari dua jenis sel utama yaitu sel neuron dan sel-sel pendukung atau biasa disebut sel glia. Neuron berfungsi untuk meneruskan rangsangan atau impuls dari alat indera menuju ke otak, kemudian respon akan diteruskan ke otot. Sedangkan sel glia berfungsi untuk memberi nutrisi pada neuron. Untuk penjelasan lengkapnya kamu bisa simak ulasan dibawah ini:

  1. Sel Neuron

Sel neuron ini berfungsi untuk menghantarkan impuls. Setiap satu sel neuron terdiri dari 3 bagian utama yaitu badan sel, dendrit dan akson.

a. Dendrit adalah serabut sel saraf yang pendek dan memiliki cabang. Dendrit berfungsi untuk menerima rangsangan dan meneruskannya ke badan sel.

b. Badan sel adalah bagian yang besar pada sel saraf. Badan sel berfungsi meneruskan rangsangan ke akson. Badan sel juga memiliki inti sel dan sitoplasma.

c. Nukleus yaitu inti dari sel saraf dan berfungsi mengatur aktifitas neuron.

d. Akson atau neurit adalah tonjolan sitoplasma yang cukup panjang. Fungsinya untuk membawa impuls dari badan sel ke neuron atau jaringan lain.

e. Selubung Myelin adalah selaput yang mengandung lemak dan berfungsi untuk melindungi akson. Selubung myelin ini bentuknya bersegmen dan lekukan diantara dua segmen disebut nodus ranvier.

f. Sel Schwan merupakan jaringan yang berfungsi untuk menyediakan nutrisi pada neurit.

g. Nodus ranvier adalah nodus yang berfungsi untuk mempercepat transfer impuls saraf. Dengan adanya nodus ranvier ini akan memungkinkan impuls dapat meloncat dari nodus satu ke nodus yang lain sehingga rangsangan lebih cepat sampai ke sel berikutnya.

h. Sinapsis adalah titik pertemuan antara ujung dari akson pada saraf satu dan ujung dendrit pada saraf lainnya. Tiap sinapsis terdapat celah sinapsis. Pada ujung akson terdapat kantong bernama bulbus akson. Kantong ini berisi zat kimia bernama neurotransmiter (dapat berupa asetilkolin dan kolinesterase) yang berfungsi dalam transfer impuls pada sinapsis.

Menutut fungsinya sel neuron dibagi menjadi tiga, yaitu:

A. Neuron Sensorik

Yaitu neuron yang badan selnya berbentuk gerombol seperti ganglia, akson pendek dan dendritnya panjang. Neuron sensorik ini berhubungan dengan alat indera sebagai penerima impuls yaitu dengan menghantarkannya dari alat indera menuju ke otak atau sumsum tulang belakang, sehingga bisa disebut juga sebagai neuron indera.

B. Neuron Motorik

Neuron motorik adalah neuron yang memiliki dendrit pendek dan akson yang panjang. Dendrit ini akan berhubungan dengan akson lain, sedangkan akson akan berhubungan dengan efektor berupa otot atau kelenjar. Neuron motorik juga biasa disebut sebagai neuron penggerak.

C. Neuron Konektor atau Interneuron

Neuron konektor adalah neuron multipolar yang memiliki dendrit yang pendek dan berjumlah banyak, akson ada yang pendek dan ada pula yang panjang. Ujung dendrit yang satu akan berhubungan dengan akson dari saraf yang lain dan membentuk sinaps. Neuron ini banyak terdapat pada sumsum tulang belakang dan otak yang berfungsi meneruskan impuls dari neuron sensorik ke neuron motoric.

  1. Sel Glia

Sel glia ini berfungsi untuk menyediakan nutrisi bagi sel saraf dan membantu proses regenerasinya. Contoh sel glia adalah astrosit, oligodendrosit, mikroglia, dan makroglia.

SISTEM SARAF PUSAT

Sistem sarat pusat ini memiliki fungsi sebagai pemegang kendali dan pengaturan terhadap keseluruhan kerja dari semua aktifitas saraf yang ada ditubuh. Sistem saraf pusat terdiri dari otak besar, otak kecil, sumsum lanjutan dan sumsung tulang belakang.

  1. Otak Besar

Otak besar memiliki bentuk yang kenyal, banyak lipatan, lunak dan lebih berminyak. Otak besar dikelilingi cairan bernama cairan serebrospinal yang berfungsi sebagai penyedia nutrisi dan pelindung. Otak besar juga memiliki banyak pembuluh darah untuk menghantarkan oksigen.

  1. Otak Kecil

Otak kecil berada pada bagian belakang dekat dengan leher. Fungsinya adalah sebagai pusat koordinasi gerakan otot yang terjadi secara tidak sadar, mengatur keseimbangan dan posisi tubuh.

  1. Sumsum Lanjutan (Medula Oblongata)

Terletak pada area persambungan antara bagian otak dan tulang belakang. Berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, mengatur gerakan reflex, bersin dan batuk.

  1. Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis)

Ditemukan pada bagian tulang belakang. Sumsum tulang belakang dapat dibedakan menjadi dua bagian, bagian luar yang berwarna putih dan bagian dalam yang berwarna kelabu.

SISTEM SARAF TEPI

Sistem saraf tepi dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu:

  1. Sistem Saraf Kranial

Yaitu sistem saraf yang memiliki peranan dalam pengaturan semua gerakan yang dilakukan secara sadar. Sistem saraf ini dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu sistem saraf kepala (terbentuk karena adanya 12 pasang saraf yang dikeluarkan dari bagian otak) dan bagian sistem saraf tulang belakang.

  1. Sistem Saraf Otonom

Yaitu sistem saraf yang mengatur semua pergerakan yang bersifat tidak sadar, misalnya organ-organ yang melakukan aktifitas secara otomatis seperti jantung, sistem pencernaan dan lain-lain. Sistem saraf ini meliputi susunan saraf simpatetik dan parasimpatetik.

Itulah tadi penjelasan mengenai sistem saraf pada manusia. Semoga dapat menambah wawasanmu mengenai biologi dan bisa bermanfaat bagi orang lain ya guys. Ingat, Biology is Fun!

Daftar Referensi:

Aryulina D., Muslim, C., Manaf, S., Winarni, E. W. 2006. Biologi 2. Jakarta: Erlangga

Urry, L. A., Cain, M. L., Minorsky, P. V., Wasserman, S. A., Reece, J. B. 2017. Campbell Biology 11th Edition. Ney York: Pearson Publisher

4 Comments
  1. […] This is box titleBaca juga : Sistem Saraf pada Manusia […]

  2. […] organ bernama otak. Otak adalah organ yang sangat penting pada manusia karena merupakan pusat dari sistem saraf. Otak tersusun dari sekitar 100 juta neuron untuk mendukung fungsi otak. Fungsi utama otak adalah […]

  3. […] Baca juga : Sistem saraf pada manusia […]

  4. […] dengan lingkungannya, baik dengan lingkungan sekitarnya (lingkungan abiotik) maupun dengan jenis makhluk hidup lain. Lingkungan abiotik meliputi udara, suhu, kelembapan, tanah, air, ikiim, dan cahaya. Sistem […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.