Mari Belajar Biologi

RPP Materi Berbagai Tingkat Keanekaragaman Hayati Indonesia

0

Hallo sahabat edubiologi, kita jumpa lagi nih. Pada kesempatan kali ini kami akan share Contoh RPP Materi Berbagai tingkat Keanekaragaman Hayati Indonesia, bagi para Guru dan Cagur semoga bisa membantu!

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan                  :

Mata Pelajaran                        : Biologi

Kelas/semester                        : X/ I (Gasal)

Materi Pokok                          : Berbagai Tingkat Keanekaragaman Hayati Indonesia

Alokasi Waktu                        : 8 x 45 menit

 

Kompetensi Inti

  1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
  2. Mengembangkan perilaku/jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas sebagai berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
  3. Memahami, menerapkan, menganalisa dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dalam ilmu pengetahuan, kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
  4. Mengolah, menalar dan mengkaji dalam ranah kongkrit dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan

 Kompetensi Dasar

1.1. Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang keanekaragaman hayati, ekosistem dan  lingkungan hidup.

1.2.  Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses.

1.3. Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya.

2.1. Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan,  gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium.

3.2. Menganalisis data hasil obervasi tentang berbagai tingkat keanekaragaman hayati (gen, jenis dan ekosistem) di Indonesia.

4.2. Menyajikan hasil identifikasi usulan upaya pelestarian keanekaragaman  hayati Indonesia berdasarkan hasil analisis data ancaman kelestarian berbagai keanekaragaman hewan dan tumbuhan khas Indonesia yang dikomunikasikan dalam berbagai bentuk media informasi.

Indikator

  • Menunjukan rasa mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dari berbagai tingkat keanekaragaman hayati dan mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang di anutnya.
  • Menunjukkan sikap Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya
  • Mendeskripsikan keanekaragaman hayati Indonesia.
  • Mengidentifikasi keanekaragaman hayati tingkat gen, spesies dan ekosistem di Indonesia secara teliti melalui pengamatan sehari-hari.
  • Membandingkan karakteristik keanekaragaman flora dan fauna wilayah Indonesia.
  • Menjelaskan faktor geografis yang mempengaruhi keanekaragaman flora dan fauna wilayah Indonesia.
  • Mencontohkan aktifitas manusia yang dapat mempengaruhi keanekaragaman hayati di Indonesia.
  • Mencontohkan usaha yang dapat melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia.
  • Menyajikan dan mengkomunikasikan hasil pengamatan keanekaragaman hayati dalam bentuk laporan.

Tujuan Pembelajaran

  • Siswa mampu menunjukan rasa mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dari berbagai tingkat keanekaragaman hayati dan mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang di anutnya
  • Siswa mampu berpola pikir ilmiah dalam mengamati bioproses
  • Melalui pengamatan siswa dapat mendeskripsikan keanekaragaman hayati secara umum.
  • Siswa dapat mengidentifikasi keanekaragaman hayati tingkat gen, spesies dan ekosistem di Indonesia secara teliti melalui pengamatan dilingkungan sekolah.
  • Siswa mampu mengenali kekhasan keanekaragaman flora dan fauna wiayah Indonesia
  • Siswa dapat membandingkan karakteristik keanekaragaman flora dan fauna wilayah Indonesia
  • Siswa dapat menjelaskan faktor geografis yang mempengaruhi keanekaragaman flora dan fauna Indonesia.
  • Siswa mampu menuliskan dan menerapkan kaidah penulisan nama ilmiah berdasarkan sistem tata nama binomial nomenklatur.
  • Siswa mampu mencontohkan contoh-contoh aktifitas manusia yang dapat mempengaruhi keanekaragaman hayati di Indonesia.
  • Siswa dapat mencontohkan usaha yang dapat melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia.
  • Siswa mampu menyimpulkan hasil diskusi dari keanekaragaman hayati  melalui pengamatan secara teliti dan sistematis.

Materi Pembelajaran

  1. Konsep Keanekaragaman Hayati

RPP Materi Berbagai tingkat Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman hayati atau biodiversitas merupakan keseluruhan variasi, baik bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat yang dapat ditemukan pada tingkat gen, spesies ataupun tingkat ekosistem.  Keanekaragaman hayati melingkupi berbagai perbedaan atau variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat-sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan, baik tingkatan gen, tingkatan spesies maupun tingkatan ekosistem. Berdasarkan hal tersebut, para pakar membedakan keanekaragaman hayati menjadi tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis dan keanekaragaman ekosistem.

  1. Tingkat Keanekaragaman Hayati

  2. Keanekaragaman Tingkat Gen

Merupakan keanekaragaman atau variasi yang dapat ditemukan di antara organisme dalam satu spesies. Misalnya perbedaan ciri dan sifat di antara sesama manusia. Contoh keanekaragaman tingkat gen ini adalah tanaman bunga mawar putih dengan bunga mawar merah yang memiliki perbedaan, yaitu berbeda dari segi warna bunga.

Keanekaragaman Hayati tingkat gen

  1. Keanekaragaman Tingkat Spesies atau Jenis

Merupakan keanekaragaman yang ditemukan di antara organisme yang tergolong dalam spesies yang berbeda. Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antar jenis. Perbedaan antar spesies organisme dalam satu keluarga lebih mencolok sehingga lebih mudah diamati daripada perbedaan antar individu dalam satu spesies. Dalam keluarga kacang-kacangan kita kenal kacang tanah, kacang buncis, kacang hijau, kacang kapri, dan lain-lain. Di antara jenis kacang-kacangan tersebut kita dapat dengan mudah membedakannya karena di antara mereka ditemukan ciri khas yang sama. Akan tetapi, ukuran tubuh atau batang, kebiasaan hidup, bentuk buah dan biji, serta rasanya berbeda.

  1. Keanekaragaman Tingkat Ekosistem

Ekosistem dapat diartikan sebagai hubungan atau interaksi timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya dan juga antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Setiap makhluk hidup hanya akan tumbuh dan berkembang pada lingkungan yang sesuai.

  1. Keanekaragaman Hayati di Indonesia berdasarkan garis Wallacea dan Weber

Secara geografis, negara Indonesia terletak di daerah ekuator dan diantara dua benua (Asia dan Australi), dua samudra (Pasifik dan Hindia), serta dua wilayah zoogeografi (orientalis dan australis). Posisis geografi suatu ekosistem di permukaan bumi juga memepengaruhi  keanekaragamannya.

1. Keanekaragaman Flora

Wilayah Indonesia termasuk dalam daerah Fitogeografik Malesiana.

Hutan hujan tropis pada wilayah Malesiana

Di dominasi oleh tumbuhan kamper, keruing dan meranti. Wilayah Sumatra dan Kalimantan didominasi oleh hutan hujan tropis yang heterogen dengan curah hujan dan kelembapan relatif tinggi, sedangkan wilayah pantainya banyak ditumbuhi vegetasi bakau. Jenis hutan di Jawa dan Bali lebih bervariasi daripada Sumatra dan Kalimantan. Hal ini disebabkan variasi kelembapan dan curah huajn yang lebih besa. Semakin ke arah timur, curah hujan dan kelembapannya semakin menurun. Akibbatnya di wilayah Jawa dan Bali dapat ditemukan hutan hujan tropis, hutan monsun tropis, huta savana tropis,  dan hutan bakau.

Wilayah Indonesia bagian tengah yang meliputi, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku memiliki curah huajn dan kelembapan yang relatif rendah dibandingkan wilayah Indonesia lainnya. Jenis vegetasi yang dapat ditemukan di wilayah tersebut antara lain savana tropis, hutan pegunungan dan hutan campuran. Wilayah Papua yaitu wilayah indonesia bagian timur dipenuhi dengan hutan hujan tropis yang setipe dengan Australia utara. Wilayah tersebut didominasi tumbuhan Eucalyptus sp.

2. Keanekaragaman Fauna

Indonesia memiliki dua daerah zoogeografi yaitu daerah Orientalis (Asia) dan Australis.

Fauna khas Orientalis

merupakan mamalia berplasenta misalnya orang uta, kera, harimau, babi hutan, badak, kucing dan gajah. fauna endemik di daerah itu antara lain badak jawa. fauna khas daerah Australis berupa mamalia berkantong misalnya kanguru dan burung kakaktua. burung cendrawasih merupakan salah satu jenis fauna endemik yang hidup di daerah ini.

Pulau Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara merupakan daerah peralihan atau daerah perbatasan antara Orientalis dan Australis. daerah perbatasan tersebut merupakan subwilayah daerah Orientalis yang disebut daerah wallacea dan dibatasi oleh garis wllacea. Batas sebelah timur wilayah Wallacea berupa garis Lydekker. Makin ketimur dari garis wallacea terdapat perubahan fauna yang secara bertahap sifatnya menjadi lebih Australis begitu mendekati Papua. Ada  pula garis Wbber yang menempati wilayah Sulawesi, Filipina dan seluruh nusa tenggara kedalam wilayah Orientalis, sedangkan Maluku hingga Papua ditempatkan pada daerah Australis.

  1. Kegiatan Manusia yang Mempengaruhi Keanekaragaman Hayati

Pada saat ini kegiatan manusia di Indonesia sering mengakibatkan terjadinya kerusakan alam yang memicu berkurangnya biodiversitas. Ketidakserasian kondisi antara manusia dan lingkungan disebabkan oleh laju pertumbuhan populasi manusia. Sehingga meningkatkan kebutuhan terhadap pangan, papan, sandang dan hiburan. Peningkatan jumlah populasi menimbulkan tekanan terhadap alam. Ancaman terbesar aktifitas manusia terhadap biodiversitas adalah kerusakan habitat asli.

Kerusakan habitat asli dapat terjadi karena beberapa kegiatan manusia seperti berikut:
  • Pembukaan areal hutan untuk lahan pertanian, pemukiman atau sarana tranportasi.
  • usaha penebangan hutan tanpa di iringi upaya pelestarian.
  • penggembalaan hewan ternak di hutan atau suakan alam.
  • perburuan liar tak terkendali.
  1. Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati Indonesia

Macam-macam usaha perlidunga dan pelestarian yang sudah dilakukan di negara kita, antara lain sebagai berikut:

  1. Perlindungan Alam Umum

  • Perlindungan alam ketat, yaitu uapaya perlindunagan yang digunkan untuk kepentingan ilmiah dengan keadaan alam ditempat yang bersangkutan dibiarkan berkembang secara alami. conth di ujung kulon.
  • Perlindungan alam terbimbing, yaitu uapaya perlindungan yang melibatkan para ahli untuk ikut campr dalam membinakeadaan alam. contoh kebun raya bogor.
  • Taman Nasional, yaitu kawasan pelestrian alam yang dikelola dan dimanfaatkan untuk kegiatan ilmu pengetahuan, pendidikan dan pelatihan, serta rekreasi dan pariwisata. contoh taman nasional.

    2. Perlindungan Alam dengan Tujuan tertentu

  • Perlindungan geologi adalh perlindunagn terhadap geologi didaerah tertentu agar tidak rusak. contoh gunung leuser.
  • Perlindungan alam botani adalah perlindungan terhadap spesies tumbuhan tertentu agar tidak punah.  contoh ujung kulon dan gunung rinjani.
  • Perlindungan alam zoologi adalah perlindungan terhadap hewan tertentu yang hampir punah sekaligus mengembangkannya. contoh ujung kulon dan gunung rinjnai.
  • perlindungan suaka margastwa adalah perlindungan hewan hampirr punah akibat perburuan. contoh perlindungan hewan komodo, kakatua elang jawa dan anoa.

Metode Pembelajaran

Pendekatan     :  Scientific

Model              : Diskusi informasi

Metode            : Diskusi, tanya jawab

Media Pembelajaran

  1. Media : laptop dan LCD
  2. Alat bahan : alat tulis

Sumber belajar

Anshori, Moch.2009. BIOLOGI BSE.  Pusat perbukuan, Departemen pendidikan : jakarta

Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1 RPP Materi Berbagai tingkat Keanekaragaman Hayati Indonesia

Konsep keanekaragaman hayati

KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI WAKTU
Pendahuluan 1.    Guru memberikan salam kepada siswa dan meminta siswa untuk berdoa untuk menumbuhkan rasa religius siswa.

2.   Guru menanyakan kabar siswa dan melakukan presensi.

3.   Guru memberikan apersepsi kepada siswa dengan memberikan pertanyaan “ anak-anak coba kalian amati teman disebelah kalian, Apakah wajah kalian mirip? ataukah  ada perbedaan diantara kalian?

4.   Guru melakukan motivasi “ begitu banyak keanekaragaman yang diciptakan oleh Tuhan didunia ini dan kita patut bersyukur dan megenalnya untuk bisa menikmati keindahannya”

5.   Guru menuliskan Judul bab “Keanekaragaman Hayati” dan menyampaikan tujuan pembelajaran

3.2.1.1 Melalui pengamatan siswa dapat mendeskripsikan keanekaragaman hayati secara umum.

3.2.2.1 Siswa dapat mengidentifikasi keanekaragaman hayati tingkat gen, spesies dan ekosistem di Indonesia secara teliti melalui pengamatan dilingkungan sekolah.

10    menit
a.       Guru menampilkan berbagai bentuk organisme di LCD dan meminta siswa untuk menebak apakah organisme tersebut termasuk keanekaragaman tingkat gen, jenis ataukah ekosistem?

Mengamati (Observing)

Guru membagikan :

·         Kelompok kerja, tiap kelompok berisi 6 siswa

·         Membagi Lembar Kerja Peserta didik (LKS) terkait dengan materi keanekaragaman hayati tingkat gen, jenis dan ekosistem

·         Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan

b.       “guru bertanya dari LKS yang kalian dapat apakah ada yang kurang jelas dari langkah kerja yang akan kita lakukan hari ini?”.  Menanya (Questioning)

c.       Guru meminta siswa untuk segera melakukan observasi dilingkungan sekolah dan mengerjakan LKS secara diskusi. Guru berkeliling mengamati dan membantu apabila peserta didik dalam berdiskusi mengalami kesulitan.

(Mengumpulkan informasi)

d.      Dari hasil observasi siswa berkumpul dan menyatukan data untuk didiskusikan dan guru meminta siswa untuk menggunakan reverensi buku paket, internet terkait dengan contoh- contoh organisme yang masuk kedalam keanekaragaman hayati tingkat gen, jenis dan ekosistem. (Mengasosiasikan)

e.       Perwakilan siswa dari kelompok menyampaikan hasil diskusinya dan guru dalam hal ini akan mengkoreksi juga jawaban LKS dari siswa agar siswa tau kesalahannya bila ada yang kurang tepat.

f.        Setelah semua kelompok sudah menyampaikan hasil diskusi, guru memberikan materi terkait keanekaragaman hayati tingkat gen, jenis dan ekosistem berdasarkan hasil data observasi.

 

70 menit

 

 

 

 

 

Penutup 1.      Refleksi

Siswa diminta menyimpulkan tentang keanekaragaman tingkat gen, tingkat spesies dan tingkat ekosistem.

2.      Umpan Balik

Ditayangkan sepintas mengenai apa yang membedakan dari berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia dan guru memberikan pertanyaan berkaitan materi yang sudah disampaikan.

3.      Pemberian Tugas

Siswa diberi tugas kelompok untuk mencari contoh dari keanekaragaman tingkat gen, spesies dan ekosistem yang belum disebutkan dikelas dan dikumpulkan 1 minggu kedepannya.

4.      Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin mengucap syukur Alhamdulillah telah diberi kelancaran dalam pelaksanaan pembelajaran pagi hari ini dan meminta peserta didik memimpin doa penutup belajar.

5.      Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.

 

10 menit

 

Pertemuan 2 RPP Materi Berbagai tingkat Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman hayati Flora dan Fauna Indonesia dan Tata Nama Ilmiahnya

KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI WAKTU
Pendahuluan 1.    Guru memberikan salam kepada siswa dan meminta siswa untuk berdoa untuk menumbuhkan rasa religius siswa.

2.   Guru menanyakan kabar siswa dan melakukan presensi.

3.   Guru memberikan apersepsi kepada siswa dengan memberikan pertanyaan  :

–          anak-anak coba kalian amati hewan dan tumbuhan apa saja yang ada dilingkungan sekolah ini

–          Macam hewan dan tumbuhannya sangat beragam ya? Apalagi kalau kita membahas keanekaragaman tumbuhan dan hewan yang ada di wilayah Indonesia, akan lebih beragam lagi pastinya

–          Menurut kalian apa yang menyebabkan hewan dan tumbuhan yang berada di wilayah Indonesia itu berbeda- beda padahal kita dalam 1 negara?

4.   Guru menuliskan sub bab materi dan menyampaikan tujuan pembelajaran.

Sub bab Keanekaragaman hayati Flora&Fauna Indonesia Serta Penulisan Tata Nama Ilmiahnya

Tujuan pembelajaran

–          Melalui pemberian materi siswa mampu menguraikan berbagai keanekaragaman flora dan fauna Di indonesia

–          Siswa mampu menuliskan dan menerapkan kaidah penulisan nama ilmiah berdasarkan sistem tata nama binomial nomenklatur.

10 menit
Inti 1.   Siswa untuk diajak mengamati tumbuhan dan hewan yang ada disekitar sekolah dan mengajak untuk mengidentifikasi karakteristiknya

2.   Guru menunjukkan gambar-gambar berupa flora dan fauna yang ada di wilayah Indonesia (mengamati)

3.   Siswa mengamati perbedaan  gambar dari flora dan fauna yang ada di wilayah Indonesia (mengamati)

4.   Diharapkan siswa menanyakan.

–       “mengapa ada perbedaan dari flora dan fauna yang ada di indonesia?” (menanya)

5.   Guru memberi tugas kepada siswa untuk menuliskan flora dan fauna yang ada di Indonesia dan menjelaskan mengapa ada perbedaan dari flora dan fauna yang ada di Indonesia.

6.   Guru membagi kelompok 3-4 orang. Dan masing masing kelompok mendiskusikan jawaban dari pertanyaan tentang faktor yang menyebabkan perbedaan

7.   Saat siwa membacakan hasil diskusinya guru menuliskannya di papan dan mengelompokannyan sesuai kebutuhan guru dalam pembelajaran. (mencoba)

8.   Guru meminta peserta didik untuk menuliskan flora dan fauna yang ada di wilayah indonesia pada lembar kerja yang sudah diberikan. (mencoba)

9.   Siswa menuliskan hasil pengamatan melalui hasil pembelajaran tadi pada sebuah lks yang diberikan guru dan mendiskusikannya bersama teman sekelompok. (menalar)

10.   Tiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusinya. (megkomunikasikan)

11.   Guru menjelaskan konsep tentang faktor geografis yang menyebabkan perbedaan flora fauna antar wilayah Indonesia dari hasil diskusi siswa dan memberikan materi tentang tata nama binomial nomen klatur pada siswa

 

 

 

 

 

 

70 menit

 

 

Penutup 1.   Refleksi

Siswa diminta menyimpulkan tentang keanekaragaman flora dan fauna yang ada di Indonesia.

2.   Umpan Balik

Ditayangkan sepintas mengenai apa yang membedakan dari keanekargaman flora dan fauna yang ada di wilayah Indonesia dan salah satu siswa ditunjuk kedepan untuk dapan menuliskan nama ilmiah yang sesuai aturan yang benar.

3.   Pemberian Tugas

Siswa diberi tugas untuk membuat kumpulan nama ilmiah dari hewan dan tumbuhan yang ada di Indonesia berdasarkan letak geografis.

4.      Penutup

Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

 

10 menit

Pertemuan 3 untuk RPP Materi Berbagai tingkat Keanekaragaman Hayati Indonesia

Kegiatan manusia yang mempengaruhi keanekaragaman hayati dan usaha pelestariannya.

KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI WAKTU
Pendahuluan 1.    Guru memberikan salam kepada siswa dan meminta siswa untuk berdoa untuk menumbuhkan rasa religius siswa.

2.      Guru menanyakan kabar siswa dan melakukan presensi.

3.   Guru memberikan apersepsi kepada siswa dengan memberikan pertanyaan  :

–          Menurut kalian kenapa kita tidak boleh membuang sampah sembarangan dan merusak tanaman yang sudah ditaman disekolah kita?

–          Apakah dampaknya? Itu kita lakukan disekolah dampaknya seperti itu apalagi kalau yang melakukan orang banyak dan pada lingkungan kita. Apa yang akan terjadi pada bumi ini dan hewan dan tumbuhan yang ada didalamnya?

4.   Guru menuliskan sub bab dan menyampaikan tujuan pembelajaran.

Sub bab : Kegiatan manusia yang mempengaruhi keanekaragaman hayati dan usaha pelestariannya.

Tujuan pembelajarannya : Siswa dapat mencontohkan kegiatan manusia yang mempengaruhi keanekaragaman hayati dan usaha pelestariannya.

10 menit
 

 

Inti

1.      Guru mengajak siswa untuk berpikir mengenai aktifitas manusia yang mungkin merusak keanekaragamn hayati. (mengamati)

2.      Siswa menanyakan apakah dampak dari kegiatan tersebut dan bagaimana cara menanggulanginya. (menanya)

Guru menerapkan pembelajaran snowball trowing dengan cara menyuruh setiap siswa untuk menuliskan pertanyaan seputar kegiatan manusia yang sekiranya merusak lingkungan pada satu kertas dan kemudian nanti kertas tersebut akan digulur  untuk dilempar. (mencoba)

3.      Guru memberi intruksi untuk kertas pertanyaan diedarkan ke sebelah kanan dengan hitungan 5 kali pergantian

4.      Setelah masing-masing siswa mendapat 1 kertas yang berisi pertanyaan, kemudian masing masing siswa menuliskan jawaban pertanyaan pada kertas tersebut.  (menalar)

5.      Guru menunjuk beberapa siswa untuk membacakan pertanyaan dan jawaban pada kertasnya. (mengkomunikasikan)

6.      Siswa menuliskan hasil pengamatan melalui hasil pwmbelajaran tadi pada sebuah lks yang diberikan guru dan mendiskusikannya bersama teman sekelompok. (menalar)

7.      Tiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusinya. (megkomunikasikan)

 

 

 

 

 

 

70 menit

 

 

Penutup 1.      Refleksi

Siswa diminta menyimpulkan tentang aktifitas manusia yang mempengaruhi keanekaragaman hayati dan usaha penanggulangannya.

1.   Pemberian Tugas

Siswa diberi pekerjaan rumah  untuk mempelajari materi selanjutnya yaitu tentang virus

2.   Penutup

Guru menutup pelajaran dengan doa dan mengucapkan salam.

 

 

10    menit

 

  1. PENILAIAN
No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian
1. Sikap

a.       Terlibat aktif dalam pembelajaran.

b.      Bekerjasama dalam kegiatan kelompok.

c.       Toleran terhadap perbedaan pendapat.

Non tes (Pengamatan) Selama observasi lapangan dan diskusi kelompok
2. Pengetahuan

a.     Pengerjaan LKS

Tes Pengerjaan LKS
3. Keterampilan

a.    mempresentasikan hasil diskusi.

Non tes (pengamatan) Presentasi didepan

RPP Materi Berbagai tingkat Keanekaragaman Hayati Indonesia

Penilaian Sikap (Afektif)

No. Aspek 3 2 1
1. Terlibat aktif dalam pembelajaran.
2. Bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
3. Toleran terhadap perbedaan pendapat.

Rubrik

No. Aspek Skor
1. Terlibat aktif dalam pembelajaran

a.       Terlibat sangat aktif dalam pembelajaran ditunjukkan dengan bertanya dan memperhatikan penjelasan guru

b.      Siswa diam saat pembelajaran berlangsung

c.       Siswa pasif dalam pembelajaran dan membuat gaduh kelas

 

3

 

 

2

1

2. Bekerjasama dalam kegiatan kelompok

a.       Bekerjasama dengan baik bersama kelompoknya dan menyalurkan ide- ide pemikirannya

b.      Bekerjasama cukup baik tapi dikelompok hanya ikut kumpul

c.       Tidak terlihat bekerjasama dengan kelompoknya tapi membuat gaduh suasana

 

3

2

1

3. Toleran terhadap perbedaan pendapat

a.       Menerima dan menyampaikan perbedaan pendapat dengan sangat baik.

b.      Menerima dan menyampaikan perbedaan pendapat dengan cukup baik.

c.       Tidak menerima dan menyampaikan perbedaan pendapat dengan baik.

 

3

 

2

 

1

 

  1. Penilaian Pengetahuan (Kognitif)

No. Aspek 3 2 1
1. Mengerjakan tugas LKS dengan lengkap dan benar

Rubrik

No. Aspek Skor
1. Mengerjakan LKS

a.       Mengisi LKS dengan lengkap, benar dan dapat mempresentasikan hasil diskusi didepan kelas

b.      Mengisi LKS dengan lengkap, pengisian ada yang kurang tepat, dapat mempresentasikan hasil diskusi dengan lancar

c.       Mengisi LKS kurang lengkap, pengisian banyak yang kurang tepat, dapat mempresentasikan hasil diskusi dengan lancar

 

 

3

 

 

2

 

 

1

 

Semarang,

Mengetahui,

Kepala Sekolah                                                            Guru Mata Pelajaran

 

NIP.                                                                              NIP.

Demikian RPP Materi Berbagai tingkat Keanekaragaman Hayati Indonesia semoga bisa membantu.

Baca juga artikel menarik berikut ini :Pengertian, Klasifikasi, Anatomi Tubuh Katak

Leave A Reply

Your email address will not be published.