Mari Belajar Biologi

Laporan Praktikum Pengaruh Air Limbah Terhadap Perkecambahan Biji

0

Hallo sahabat setia edubiologi, jumpa lagi. Pada kesempatan kali ini kami akan share contoh laporan praktikum biologi terkait perkecambahan biji kacang hijau dengan perbedaan jenis air untuk menyiramnya yaitu ada air beras, air deterjen, air got.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

I. JUDUL PRAKTIKUM

Pengaruh Air Limbah Terhadap Perkecambahan Biji

II. TANGGAL PRAKTIKUM

20 September 2012

III. TUJUAN PRAKTIKUM

Untuk mengetahui pengaruh air limbah terhadap pertumbuhan biji kacang hijau.

IV. DASAR TEORI

Pertumbuhan dan perkecambahan tumbuhan pada tumbuhan biji dimulai dengan perkecambahan. Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil dari dalam biji). Perkecambahan sebuah biji menandakan permulaan kehidupan. Sebutir biji dapat berkecambah jika embrio yang dikandung biji  tersebut masih hidup, biji tidak dalam kondisi dormansi, dan keadaan lingkungan menguntungkan. Embrio yang terdapat dalam biji mempunyai beberapa bagian antara lain embrio akar(radikula), embrio daun (plamula), embrio pucuk (epikotil), dan embrio batang(hipokoltil).

Proses perkecambahan dimulai ketika biji menyerap air (imbibisi). Adanya air menyebabakan pecahnya lapisan luar biji dan mendorong hormon dan enzim berkerja. Enzim mulai memecah nutrisi yang tersimpan pada endosperma atau kotiledon, kemudian mengirimnya kebagian titik tumbuh dari embrio. Selanjutnya radikula tumbuh memecah kulit biji, menghujam kedalam tanah dan berkembang menjadi akar. Sementara itu hipokotil tumbuh ke atas menembus tanah dengan membawa kulit biji dan keping bijinya (misalnya pada kacang tanah) atau hipokotil tetap berada di dalam tanah (mislanya pada jagung). Keping biji pada bjiji kacang tanah dan endosperma pada biji jagung menyediakan nutrisi pertama bagi pertumbuhan yang baru berkecambah sampai daun pertama melakukan fotosintesis.

Ada dua tipe perkecambahan pada tumbuahan yaitu perkecambahan epigeal dan perkecambahan hipogeal. Perkecambahan epigeal ditandai dengan munculnya keping bji (kotiledon) ke permukaan tanah. Perkecambahan yang demikain biasa terjadi pada tumbuhan dikotil. Perkecambaha hipogeal ditandai dengan kotiledon tetap dibawah permukaan tanah. Perkecambahan hipogeal terjadi pada tumbuhan monokitil.

Perkecambahan biji tergantung pada imbibisi, penyerapan air akibat potensial air yang rendah pada biji yang kering. Air yang berimbibisi menyebabakan biji mengembang dan memecahkan kulit pembungkusnya dan juga memicu perubahan metabolik pada embrio yang menyebabkan biji tersebut melanjutkan pertumbuhan. Enzim – enzim akan mulai mencerna bahan – bahan yang disimpan pada endosperma atau kotiledon, dan nutrien – nutriennya dipindahkan kebagian embrio yang sedang tumbuh.

Air Got

Sebagai saluran pembuangan air lebih banyak ditemukan di daerah perumahan. Masyarakat menjadikan got sebagai saluran pembuangan limbah cair rumah tangga. Limbah cair rumah tangga yang banyak disalurkan ke got adalah sisa air mandi, air bekas cucian dan limbah dapur. Pada umumnya, masyarakat kita beranggapan bahwa air got yang merupakan bekas dari air cucian, air mandi dan limbah dapur dan lain sebagainya merupakan suatu limbah yang tidak berguna, berbau tidak enak dan membuat lingkungan menjadi kotor bahkan dapat menimbulkan berbagai penyakit. Akan tetapi apabila kita cermati lebih jauh ternyata limbah tersebut bia menjadi sesuatu yang akan sangat berguna bagi kegiatan pertanian.

Air deterjen

Detergen sudah sangat akrab di kehidupan. Detergen digunakan untuk mencuci pakaian. Untuk menyempurnakan kegunaannya, biasanya pabrik menambahkan Natrium Perborat, pewangi, pelembut, Naturium Silikat, penstabil, enzim, dan zat lainnya agar fungsinya semakin beragam dan memiliki banyak keunggulan dibanding dengan sabun biasa,dapat menimbulkan masalah ekologis di perairan. Hal ini disebabkan bahan pembentuk deterjen (ALS = Alkil Linier Benzene Sulfonat) bersifat racun. Proses Adsorbsi merupakan proses yang digunakan untuk menyerap ALS dengan menggunakan adsorban Furnace Bottom Ash (FBA) yang di dapat dari hasil pembakaran batu bara. Furnace Bottom Ash (FBA) diharapkan dapat menyerap ALS yang ada di dalam air limbah deterjen secara optimal. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kemampuan yang optimal pada berat media 80 g/l dengan diameter 16 mesh serta waktu kontak 75 menit sebesar 85.05 % Kemampuan adsorbsi FBA untuk menurunkan konsentrasi ALS dalam limbah deterjen dengan proses batch secara umum dinyatakan dalam persamaan statistik Y = -4.3091 x + 25.6313.

Air bersih

Air merupakan unsur utama bagi kehidupan. Manusia mampu bertahan hidup tanpa makan dalam beberapa minggu namun tanpa air akan mati dalam beberapa hari. Dibidang ekonomi air juga merupakan hal utama yang digunakan untuk budidaya pertanian, industri, pembangkit tenaga listrik dan transportasi. Semua orang hendaknya berharap seharusnya air dimanfaatkan secara bijak dan dijaga terhadap cemaran. Air yang tercemar akan dapat menimbulkan berbagai penyakit dan beresiko terhadap kehidupan.

Air beras

Air limbah cucian beras merupakan bahan yang mudah di dapat karena setiap hari penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 220 juta orang sebagian besar mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Setiap tahun penduduk Indonesia mengkonsumsi beras sekitar 135 kg/orang. Jika 1 kg beras meng-hasilkan air limbah cucian beras 2 liter dan yang makan nasi 80%, maka setiap tahun 47.520 juta liter air limbah cucian beras dibuang begitu saja, belum lagi dari limbah industri makanan dan minuman. Air limbah cucian beras mengandung hara N dan P yang cukup tinggi yang berguna untuk meningkatkan jasad renik dalam tanah yang berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah.

V. ALAT DAN BAHAN

  • Biji kacang hijau
  • Tanah
  • Botol aqua
  • Perasan air beras
  • Air deterjen
  • Air got
  • Air bersih
  • Penggaris
  • Alat tulis

IV. CARA KERJA

  1. Rendam biji kacang hijau dalam asir bersih selama 1 malam.
  2. Siapkan 4 botol aqua gelas dan isi tanda air got, air deterjen, air beras, dan air bersih agar mudah mengingatnya.
  3. Isi masing – masing botol aqua dengan tanah secukupnya.
  4. Masukan masing – masing 7biji kacang hijau.
  5. Amati pertumbuhannya selam 6hari.

VII. HASIL PENGAMATAN

Air got Air deterjen Air beras Air bersih
1
2 1,8 cm 0.6 cm 0,8 cm 1,5 cm
3 8,6 cm 1,6 cm 6,4 cm 4,7 cm
4 12,9 cm 3,1 cm 9,3 cm 9,1 cm
5 21,1 cm 6,9 cm 13,2 cm 14,2 cm
6 25,4 cm 11,1 cm 20,5 cm 21 cm
Rata – Rata 11,6 cm 3,8 cm 8,3 cm 8,4 cm

 Pengaruh Air Limbah Terhadap Perkecambahan Biji

VIII. PEMBAHASAN

Dari pengamatan terhadap pertumbuhan kacang hijau dapat diperoleh bahwa

Air bersih

Pada dasarnya tumbuhan membutuhkan air sebagai penyusun tubuh tanaman tersebut. Pada pertumbuhan kacang hijau dengan medium air bersih tumbuhan tumbuh dengan subur. Hal ini disebabkan karena adanya proses imbibisi yaitu proses masuknya air ke dalam struktur berpori – pori tumbuhan yang membantu penyerapan air ke dalam biji dan memecahkan kulit biji sehingga biji tersebut dapat tumbuh. Air merupakan sumber kehidupan, tanpa air tidak ada makhluk yang dapat hidup. Begitu juga tanaman,salah satu unsur terbesar tanaman adalah air yaitu berkisar anatara sembilan puluh persen untuk tanaman muda, sampai kurang dari sepuluh persen untuk padi-padian yang menua sedangkan tanaman yang mengandung minyak , kandungan airnya sangat sedikit. penyiraman harus dilakukan teratur agar tidak kekurangan. Jika tidak disiram, tanaman akan mati kekeringan. Air merupakan bahan untuk fotosintesis, tetapi hanya nol koma satu persen dari total air yang digunakan untuk fotosintesis. Air yang digunakan untuk transpirasi tanaman sebanyak sembilan puluh sembilan persen, dan yang digunakan untuk hidrasi satu persen, termasuk untuk memelihara dan menyebabkan pertumbuhan yang lebih baik. Selama pertumbuhan tanaman membutuhkan sejumlah air yang tepat.

Air got

Pada perkecambahan kacang hijau dengan medium air got memberikan dampak yang positif. Tanaman menjadi lebih subur dibandingkan dengan medium lainnya (air bersih, air beras, dan air deterjen). Dalam hal ini air got dijadikan sebagai media pupuk yang dapat menyuburkan tanaman. Karena terdapat banyak mikoorganisme yang dapat menggemburkan tanah sehingga tanaman dapat tumbuh dengan cepat dibandingkan yang lainnya. Dalam hal ini mikroorganisme yang kami maksud adalah mikroorganisme yang bermanfaat karena tidak semua mikroorganisme dapat membantu kerja taanaman bahkan ada mikroorganisme yang menghambat pertumbuhan kecambah.

Air beras

Pertumbuhan yang dialami pada perkecambahan kacang hijau dengan medium air beras memberikan dampak yang positif. Hal ini karena manfaat dari air beras itu sendiri yaitu untuk membuat tanaman tidak mudah layu dan memaksimalkan penyerapan nutrisi di dalam tanah dengan kandungan vitamin B1 yang berasal dari kulit ari beras yang ikut hanyut dalam proses pencuciannya. Di mana vitamin B1 merupakan unsur horman  (fitohormon) dan hormon tersebut dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman. Kandungan Vitamin B1dalam air cucian beras mempunyai peranan di dalam metabolisme tanaman dalam hal menguraikan karbohidrat menjadi energi untuk menggerakkan aktifitas di dalam tanaman. Air limbah cucian beras mengandung hara N dan P yang cukup tinggi. Warna putih dalam air cucian beras menandakan kandungan karbohidrat dalam beras yang terbuang. Selain itu, air cucian beras memiliki kandungan nutrisi yang melimpah di antaranya karbohidrat berupa pati, protein, glutein, selulosa dan vitamin yang tinggi.

Air deterjen

Ketidak sempurnaan pertumbuhan terjadi pada medium air limbah deterjen karena adanya zat-zat penyusun deterjen yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang menyebabkan biji kacang hijau tidak dapat tumbuh dengan baik. Batang dan daun pun menjadi sayu. Akarnya pun sulit untuk menyerap zat-zat yang ada di dalam tanah karna banyaknya bahan kimia yang menghalangi penyerapan nutrisi yang dikandung oleh tanah , yang menyebabkan kerusakan pada kotiledon dan jaringan akar yang menyebabkan tanaman tumbuh tidak subur, sayu, bahkan mati. Deterjen juga mempunyai sifat panas yang menbuat tanaman tidak tumbuh subur seperti air besih biasa. Dengan demikian akan menyebabkan organisme air kekurangan oksigen dan dapat menyebabkan kematian.

Tetapi biji kacang hijau tetap dapat tumbuh karena kadar deterjen yang kami gunakan sedikit,jadi banyak sedikitnya persentase deterjen juga berpengaruh terhadap pertumbuhan  perkecambahan biji kacang hijau.

IX. KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan pertumbuhan yang paling cepat dimulai dari tanaman yang disiram dengan air got lalu air bersih, air beras, dan yang paling lambat adalah tanaman yang disiram meggunakan air deterjen.

Baca juga artikel menarik lainnya : Proses Fotosintesis pada Tumbuhan

DAFTAR PUSTAKA

  1. Priadi Arif.2006.Biologi 3.Jakarta:Yudistira
  2. Campbell, N.A.,J.B.Reece,&L.G.Mitchell.2003.Biologi.Edisi ke-5.Terj. dari:Biologi.5th ed.oleh Manalu,W.Jakarta.Penerbit Erlangga.
  3. Pratiwi D.A.2006.Biologi jilid 3 untuk SMA kelas XII.Jakarta.Erlangga.
  4. Mutawakil S.E.2006.Pengolahan Limbah Got sebagai peluang Usaha.Depok:Penebar Swadaya

Situs Web

  1. Drs Tasman.2009.Air Bersih Sumber Daya yang Harus di Selamatkan

http://www.padang-today.com

  1. Firra Rosariawari ; Jurusan Teknik lingkungan UPN”Veteran” Jatim; PENURUNAN KONSENTRASI LIMBAH DETERJEN MENGGUNAKAN FURNACE BOTTOM ASH (FBA);  rosariawari@yahoo.com

Eprints.upnjatim.ac.id

  1. File://D:/BIOLOGI/Peluang-Pemanfaatan-air-limbah-cucian-ht

Demikian contoh laporan praktikum biologi terkait perkecambahan biji kacang hijau, yang bisa kami sampaikan, Semoga bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.