Mari Belajar Biologi

Laporan Praktikum Difusi Cair dan Gas

0

Hallo sahabat edubiologi, kita jumpa lagi nih. Pada kesempatan kali ini kami akan share contoh laporan praktikum biologi terkait Difusi gas cair dan gas.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

I. Judul Praktikum

Difusi Cair dan Gas

II. Tanggal Praktikum

11 Oktober

III. Tujuan Praktikum

Untuk megetahui terjadinya proses difusi dalam zat cair.

Untuk mengetahui terjadinya proses difusi gas.

IV. Dasar Teori

Difusi  adalah peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara. Difusi yang paling sering terjadi adalah difusi molekuler. Difusi ini terjadi jika terbentuk perpindahan dari sebuah lapisan (layer) molekul yang diam dari solid atau fluida. ( http://www.scribd.com/doc/44805526/Difusi )

Molekul memiliki tipe energi yang disebut gerak termal panas atau kalor. Salah satu gerak termal adalah difusi, Pergerakan molekul zat sehingga tersebar merata didalam ruang yang tersedia. Setiap molekul bergerak secara acak namun difusi populasi suatu molekul dapat memiliki arah tertentu. Jika tidak ada gaya lain satu zat akan berdifusi dari tempat yang konsentrasinya lebih tinggi ke tempat yang konsentrasinya lebih rendah. Dengan kata lain zat apapun akan berdifusi menuruni gradien konsentrasi atau concentration gradient, wilayah gradasi penurunan densitas zat kimia. Tidak ada kerja yang harus dilakukanagar hal ini terjadi, Difusi merupakan proses spontan yang tidak

memerlukan masukan energi. Bahwa setiap zat berdifusi menuruni gradien konsentrasinya sendiri, tidak terpengaruh oleh perbedaan konsentrasi zat-zat lain.( Campbell jilid 1,2010 )

Pengaruh banyaknya zat terlarut terhadap proses difusi :

  1. Difusi satu zat terlarut :

Membran memiliki pori – pori yang cukup besar untuk dilewati molekul pewarna.Pergerakan acak molekul pewarna akan menyebabkan sebagian diantaranya melewati pori – pori, ini akan lebih sering terjadi pada sisi yang mengandung lebih banyak molekul.Pewarna berdifusi dari tempat yang konsentrasinya lebih tinggi ke tempat yang konsentrasinya lebih rendah (disebut difusi menuruni gradien konsentrasi ) .Ini mengarah pada kesetimbangan dinamik: molekul zat terlarut terus melintas membran namun pada laju yang sama dalam kedua arah.

  1. Difusi dua zat terlarut :

Larutan dua pewarna yang berbeda dipisahkan oleh membran yang permeabel terhadap keduanya.Setiap pewarna berdifusi mnuruni gradien konsentrasinya sendiri.Akan terjadi difusi netto pewarna ungu ke kiri, walaupun konsentrasi zat terlarut total pada awalnya disebelah kiri.(champbell, 2010 )

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi, yaitu :

  • Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak, sehinggak kecepatan difusi semakin tinggi.
  • Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
  • Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
  • Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
  • Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya. (http://www.scribd.com/doc/44805526/Difusi )

Difusi dan biologi

Dalam mengambil zat-zat nutrisi yang penting dan mengeluarkan zat-zat yang tidak diperlukan, sel melakukan berbagai jenis aktivitas, dan salah satunya adalah difusi. Ada dua jenis difusi yang dilakukan, yaitu difusi biasa dan difusi khusus. Difusi biasa terjadi ketika sel ingin mengambil nutrisi atau molekul yang hydrophobic atau tidak berpolar / berkutub. Molekul dapat langsung berdifusi ke dalam membran plasma yang terbuat dari phospholipids. Difusi seperti ini tidak memerlukan energi atau ATP [Adenosine Tri-Phosphate].Difusi khusus terjadi ketika sel ingin mengambil nutrisi atau molekul yang hydrophilic atau berpolar dan ion. Difusi seperti ini memerlukan protein khusus yang memberikan jalur kepada partikel-partikel tersebut ataupun membantu dalam perpindahan partikel. Hal ini dilakukan karena partikel-partikel tersebut tidak dapat melewati membran plasma dengan mudah. Protein-protein yang turut campur dalam difusi khusus ini biasanya berfungsi untuk spesifik partikel.

( http://www.scribd.com/doc/44805526/Difusi )

Macam-macam difusi :

  1. Difusi sederhana, yaitu penyebaran yang semata-mata disebabkan adanya perbedaan konsentrasi zat.
  2. Difusi terafiliasi atau difusi yang dipermudah, yaitu penyebaran zat-zat yang sukar larut dalam sistem lemak membran melalui pori di dalam protein membran. (Buku Hafalan Luar Kepala Biologi SMA, pustaka widyatama 2009 )

Pada difusi gas, Peningkatan ketebalan membrane merintangi proses kecepatan difusi karena hal tersebut membuat gas memerlukan waktu lebih lama untuk melewati membrane tersebut. Klien yang mengalami edema pulmonar, infiltrasi pulmonar atau efusi pulmonar memiliki ketebalan membrane alveolar kapiler yang meningkat akan mengakibatkan proses difusi yang lambat, pertukaran gas pernapasan yang lambat dan menganggu proses pengiriman oksigen ke jaringan. Daerah permukaan membran dapat mengalami perubahan sebagai akibat suatu penyakit kronik, penyakit akut, atau proses pembedaha. Apabila alveoli yang berfungsi lebih sedikit maka darah permukaan menjadi berkurang. (http://ayoecuybyu.blogspot.com/2011/03/laporan-praktikum-fisiologi-tumbuhan_20.html)

Faktor yang mempengaruhi laju difusi

Laju difusi antara lain tergantung pada suhu dan densitas (kepadatan) medium. Gas berdifusi lebih cepat dibandingkan dengan zat cair, sedangkan zat padat berdifusi lebih lambat dibandingkan dengan zat cair. Molekul berukuran besar lebih lambat pergerakannya dibanding dengan molekul yang lebih kecil. Pertukaran udara melalui stomata merupakan contoh dari proses difusi. Pada siang hari terjadi proses fotosintesis yang menghasilkan O2 sehingga konsentrasi O2 meningkat. Peningkatan konsentrasi O2 ini akan menyebabkan difusi O2 dari daun ke udara luar melalui stomata. Sebaliknya konsentrasi CO2 di dalam jaringan menurun (karena digunakan untuk fotosintesis) sehingga CO2 dari udara luar masuk melalui stomata. Penguapan air melalui stomata (transpirasi) juga merupakan contoh proses difusi. Di alam, angin, dan aliran air menyebarkan molekul lebih cepat disbanding dengan proses difusi. (http://ayoecuybyu.blogspot.com/2011/03/laporan-praktikum-fisiologi-tumbuhan_20.html)

V. Alat dan Bahan

  1. Difusi zat cair

  • Pipa difusi zat cair
  • Pipet
  • Arloji, mistar
  • Methylen blue
  • Eosin
  1. Difusi Gas

  • Pipa difusi gas
  • Pipet
  • Arloji, mista
  • Kapas, lidi, gunting
  • Kertas lakmus
  • HCL pekat
  • NH4OH pekat

VI. Cara Kerja

Difusi zat cair

  1. Pipa diiisi air hingga penuh, jangan sampai ada gelembung.
  2. Dari kedua lubang secara bersamaan diteteskan 2 tetes methylen blue dan pada ujung lain eosin.
  3. Pehitungan di mulai bila kedua warna atau zat pada ujung yang satu pada skala nol dan ujung lain skala 50.
  4. Dicatat dalam tabel pengamatan setiap selang waktu 1 menit. Satuan skala dalam cm.
  5. Percobaan dilakukan 2 kali, menggunakan larutan eosin dan methylen blue berkonsentrasi 5 % dan 20 %.
  6. Masins – masing pecobaan dibatasi 30 menit.
  7. Hitung kecepatan rata – rata kecepatan difusi zat cair.

Difusi gas

  1. Pastikan alat dalam keadaan kering.
  2. Kertas lakmus dipotong – potong kurang lebih ½ cm. Deletakkan ke dalam alat secara berbaris dengan bantuan lidi.
  3. Kapas yang tidak terlalu tebal dimasukan pada kedua lubang di kedua ujung. Hasil Pengamatan Dalam waktu yang bersainan diteteskan 3 tetas HCL dan NH4 dan cepat – cepat ditutup dengan sumbat / gabus.
  4. Pencatat dilakukan tiap selang waktu satu menit, dan berakhir pada pertemuan dua gas tersebut ditandai dengan adanya cincin kabut.
  5. Hitung kecepatan rata – rata difusi

VII. Hasil Praktikum

Bahan Konsentrasi 1’ 2’ 3’ 4’ 5’ 6’ 7’ 8’ 9’ 10’ Kec. Difusi/menit
Eosin 5 % 5 2 4 2 1 1 2 1 2 2 2,2
20 % 3 2 3 3 3 2 1 2 2 2 2,3
Methylin Blue 5 % 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0,4
20 % 0 2 0,5 0,5 1 0.5 0,5 0 0 0 0,5

 

Bahan 1’ 2’ 3’ 4’ 5’ 6’ 7’ 8’ 9’ 10’ Kec. Difusi/menit
NH4OH 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 0,4
HCL 0 2 0,5 0,5 1 0,5 0,5 0 0 0 0,5

 

VIII. Pembahasan

Difusi adalah peristiwa mengalirnya atau berpindahnya zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradient konsentrasi. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh pertikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan keseimbangan.

Dari percobaan yang telah kami lakukan dari difusi cair dapat dijelaskan sebagai berikut.

  • Difusi pada konsentrasi 5 % (Eosin & Methylen blue)

Secara bersamaan lubang kanan diteteskan 3 tetes larutan Eosin 5 % dan lubang kiri 3 tetes Methylen blue 5 %. Keduanya sama – sama bergerak, mempunyai kecepatan. Namun Eosin lebihcepat dibandingkan  Methylen blue 5%.

  • Difusi pada konsentrasi 20 % (eosin dan methylen blue)

Seperti difusi berkonsentrasi 5%. Secara bersamaan lubang kanan diteteskan tiga tetes larutan eosin 20 % dan lubang kiri tiga tetes methylen blue 20 %. Keduanya juga sama sama bergerak mempunyai kecepatan, namun eosin 20 % lebih cepat dibandingkan dengan methylen blue 5 %.

  • Perbedaan difusi eosin 20 % dengan eosin 5%

Pada konsentrasi yang berbeda antara eosin 20 % dengan eosin yang berkonsentrasi 5% , laju kecepatan eosin yang berkonsentrasi 20 % lah yang lebih cepat dibandingkan eosin berkonsentrasi 5%, hal ini disebabkan karena factor konsentrasi.Karena semakin besar konsentrasinya maka semakin cepat pula laju difusinya.

  • Perbedaan difusi methylen 20 % dengan methylen 5%

Pada konsentrasi yang berbeda antara methylen 20 % dengan methylen yang berkonsentrasi 5% , laju kecepatan methylen yang berkonsentrasi 20 % lah yang lebih cepat dibandingkan methylen berkonsentrasi 5%, hal ini disebabkan karena factor konsentrasi. Karena semakin besar konsentrasinya maka semakin cepat pula laju difusinya.

Difusi gas merupakan campuran antara molekul satu gas dengan molekul gas lainnya yang terjadi secara sedikit demi sedikit berdasarkan sifat kinetiknya.Difusi gas terjadi secara berangsur-angsur dan tidak terjadi secara langsung seperti kecepatan molekul yang diperkirakan. Karena gas yang lebih ringan akan berdifusi melalui ruang tertentu, lebih cepat daripada gas yang lebih berat.

Pada percobaan difusi gas

membuktikan terjadinya difusi gas NH3 dari NH4OH yang merubah kertas lakmus merah menjadi warna biru. Hal tersebut menunjukan gas NH3 atau amoniak bersifat basa. Perubahan kertas lakmus merah menjadi berwarna biru tersebut cepat, berbeda dengan warna merah pada  HCl (asam) tetap berwarna merah yang terjadi sangat lambat. Hal ini disebabkan HCl bersifat asam  kuat sehingga ikatannya lebih kuat dibandingkan NH4OH yang bersifat basa lemah. Semakin kuat ikatan, maka semakin sulit pula melepaskan ion-ionnya. Gas HCl hanya merubah satu kertas lakmus  menjadi lebih merah, sedangkan Gas NH4OH merubah semua lakmus merah menjadi biru, pada waktu ini lakmus biru yang berubah menjadi merah karena gas yang di timbulkan HCl akhirnya di rubah lagi menjadi lakmus biru karena gas NH4OH. Jadi pada tabung hasil akhirnya adalah semua lakmus merah berubah menjadi biru. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gas NH4OH adalah benar-benar bersifat basa dan  gas NH4OH lebih cepat menguap dibandingkan dengan gas yang di hasilkan oleh HCl .

Setelah keduanya (NH4OH dan HCL ) bertemu maka akan muncul cincin kabut berwarna putih yang disebabkan adanya perbedaan jenis zat asam (HCL) dan basa (NH4OH)

Kesalahan

Tapi pada praktikum yang kami lakukan terjadi kesalaham karena tidak sesuai teori yang ada, Ini terlihat dari data yang kami peroleh dalam praktikum bahwa gas HCL lebih cepat menguap dibandingkan dengan gas NH4OH.Kesalahan dalam pengambilan data praktikum kami mungkin disebabkan karena berbagai faktor seperti :

  • Penetesan gas NH4OH dengan gas HCL yang tidak dilakukan dalam waktu yang bersamaan
  • Jumlah gas NH4OH dan gas HCL yang tidak sama antara keduanya gas
  • Kurangnya ketelitian dalam mengamati skala pengukuran.
  • Pada percobaan difusi gas percepatan difusi bernilai nol karena adanya gelembung gas pada tabung pengamatan.

Karena  molekul gas lebih kecil sehingga pergerakannya akan lebih mudah dan cepat dibandingkan zat cair yang molekulnya lebih besar dan pergerakannya lebih sulit dan lambat.

Pertanyaan

  1. Apa yang mempengaruhi kecepatan difusi ?
  • Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak, sehinggak kecepatan difusi semakin tinggi.
  • Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
  • Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
  • Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
  • Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya.
  1. Beri contoh dalam kehidupan sehari- hari peristiwa difusi gas dan zat cair!

Difusi cair : pemberian gula pada cairan teh tawar

Difusi gas : uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara

IX. Kesimpulan

Dari hasil praktikum yang telah kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa :

  1. Eosin dengan konsentrasi 20% lah yang  paling cepat  laju kecepatan difusinya, Hal  ini dikarenakan  semakin besar konsentrasi suatu zat, maka  semakin besar  pula laju kecepatan  difusinya.
  2. Gas NH4OH lebih cepat menguap dibandingkan gas HCL, ini disebabkan karena HCL (bersifat asam kuat), sehingga ikatannya lebih kuat dibandingkan NH4OH (basa lemah)
  3. Difusi gas terjadi secara sedikit demi sedikit (tidak secara spontan) berdasarkan sifat kinetiknya.

Faktor lain yang berpengaruh terhadap laju  kecepatan difusi :

  • Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
  • Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
  • Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
  • Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya.

Daftar Pustaka

  • Arifin,Miftan dan Cisca. 2009. Buku Hafalan Luar Kepala Biologi. Jakarta : Pustaka Widyatama
  • Campbell ,Neil A. 2010 .Biologi jilid 1. Jakata : Erlangga
  • http://ayoecuybyu.blogspot.com/2011/03/laporan-praktikum-fisiologi-tumbuhan_20.html
  • http://www.scribd.com/doc/44805526/Difusi

Demikian contoh laporan praktikum biologi terkait difusi cair dan gas, yang bisa kami sampaikan, Semoga bermanfaat.

Baca artikel menarik lainnya :Laporan Praktikum Pengaruh Air Limbah Terhadap Perkecambahan Biji

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.