Mari Belajar Biologi

Laporan Praktikum Biologi Golongan Darah dan Pembekuan Darah

0

Hallo sahabat edubiologi, kita jumpa lagi nih. Pada kesempatan kali ini kami akan share terkait Laporan Praktikum Biologi Golongan Darah dan Pembekuan Darah.

I. Judul Praktikum

Laporan Praktikum Biologi Golongan Darah dan Pembekuan Darah

II. Tanggal Praktikum

1 November

III. Tujuan Praktikum

  • Untuk mengetahui golongan darah.
  • Mengetahui belangsungnya proses pembekuan darah.

IV. Dasar Teori

Darah adalah cairan jaringan yang dialiakan melalui pembuluh. Jika kadar O2 dalam darah tinggi, maka warnanya menjadi merah muda. Sebaliknya, jika O2 rendah dalam darah, maka darah berwarna merah tua. (Biology 2. 2006).

Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior. Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan dibawa ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni. (Dasar- Dasar Histologi, Edisi ke delapan )

Darah dapat dipandang sebagai jaringan penyambung terspesialisasi yang dibentuk dari sel- sel bebas dan suatu matriks yang cair (plasma). Sel darah berkembang dalam jaringan retikuler organ- organ pembentuk darah dan masuk ke dalam aliran darah sebagai sel- sel yang sepenuhnya telah terbentuk. Unsur- unsure structural darah terdiri dari eritrosit, leukosit dan platelet. Bersama- sama mereka kira- kira sama banyaknya dengan plasmanya. Eritrosit jauh lebih banyak daripada leukosit, Volume seluruh darah individu rata- rata dengan berat badan 60 kg sama dengan 5 sampai 6 liter atau secara kasar 8 % dari berat badan.  (Dasar- Dasar Histologi, Edisi ke delapan ).

Fungsi utama darah pada manusia adalah sebagai berikut:

  1. Mengangkut oksigen ke jaringan si seluruh tubuh.
  2. Mengangkut sari – sari makanan ( nutrien ) ke seluruh tubuh.
  3. Mengangkut sisa – sisa metabolisme, misalnya karbondiaoksida, urea, dan asam laktat ke alat ekskresi.
  4. Mengerdarkan hormon ( hasil sekresi dari kelenjar hormon ke tempat yang membutuhkan.

Selain fungsi – fungsi diatas, darah juga berfungsi melawan bibit penyakit, mengatur pH tubuh, mengatur suhu tubuh, serta melakukan mekanisme pembekuan darah. (Biologi SMA kelas XI. 2007).

  • Komposisi

Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah, angka ini dinyatakan dalam nilai hermatokrit atau volume sel darah merah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.

Korpuskula darah terdiri dari:

  1. Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%).

Eritrosit merupakan bagian utama dari sel-sel darah. Setiap mm kubiknya darah pada seorang laki-laki dewasa mengandung kira-kira 5 juta sel darah merah dan pada seorang perempuan dewasa kira-kira 4 juta sel darah merah. Tiap-tiap sel darah merah mengandung 200 juta molekul hemoglobin. Hemoglobin (Hb) merupakan suatu protein yang mengandung senyawa besi hemin. Hemoglobin mempunyai fungsi mengikat oksigen di paru-paru dan mengedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Jadi, dapat dikatakan bahwa di paruparu terjadi reaksi antara hemoglobin dengan oksigen.

  1. 2 Hb2+ 4 O2 ==> 4 Hb O2 (oksihemoglobin)
  2. Setelah sampai di sel-sel tubuh, terjadi reaksi pelepasan oksigen oleh Hb.
  3. 4 Hb O2 ==> 2 Hb2+ 4 O2
  4. Kandungan hemoglobin inilah yang membuat darah berwarna merah.
  • Struktur Eritrosit

Eritrosit mempunyai bentuk bikonkaf, seperti cakram dengan garis tengah 7,5 uM dan tidak berinti. Warna eritrosit kekuning-kuningan dan dapat berwarna merah karena dalam sitoplasmanya terdapat pigmen warna merah berupa hemoglobin.

  • Pembentukan Eritrosit

Eritrosit dibentuk dalam sumsum merah tulang pipih, misalnya di tulang dada, tulang selangka, dan di dalam ruas-ruas tulang belakang. Pembentukannya terjadi selama tujuh hari. Pada awalnya eritrosit mempunyai inti, kemudian inti lenyap dan hemoglobin terbentuk. Setelah hemoglobin terbentuk, eritrosit dilepas dari tempat pembentukannya dan masuk ke dalam sirkulasi darah.

Eritrosit (sel darah merah) dihasilkan pertama kali di dalam kantong kuning telah saat embrio pada minggu-minggu pertama. Proses pembentukan eritrosit disebut eritropoisis. Setelah beberapa bulan kemudian, eritrosit terbentuk di dalam hati, limfa, dan kelenjar sumsum tulang. Produksi eritrosit ini dirangsang oleh hormon eritropoietin. Setelah dewasa eritrosit dibentuk di sumsum tulang membranosa. Semakin bertambah usia seseorang, maka produktivitas sumsum tulang semakin turun.

Sel pembentuk eritrosit adalah hemositoblas yaitu sel batang myeloid yang terdapat di sumsum tulang. Sel ini akan membentuk berbagai jenis leukosit, eritrosit, megakariosit (pembentuk keping darah). Rata-rata umur sel darah merah kurang lebih 120 hari. Sel-sel darah merah menjadi rusak dan dihancurkan dalam sistem retikulum endotelium terutama dalam limfa dan hati.

  • Masa Hidup Eritrosit

Masa hidup eritrosit hanya sekitar 120 hari atau 4 bulan, kemudian dirombak di dalam hati dan limpa. Sebagian hemoglobin diubah menjadi bilirubin dan biliverdin, yaitu pigmen biru yang memberi warna empedu. Zat besi hasil penguraian hemoglobin dikirim ke hati dan limpa, selanjutnya digunakan untuk membentuk eritrosit baru. Kira-kira setiap hari ada 200.000 eritrosit yang dibentuk dan dirombak. Jumlah ini kurang dari 1% dari jumlah eritrosit secara keseluruhan.(http://aboutlabkes.wordpress.com/2012/01/30/eritrosit/ )

  1. Keping – keping darah atau trombosit (0,6 – 1,0%)

Keping darah ( trombosit ; platelet) berasal dari fragmentasi sel megakarosit di sum – sum tulang merah. Bentuknya tidak teratur, berukuran kecil, tidak berwarna, dan tidak berinti. Setiap hari tubuh memproduksi rata – rata 200 miliar keping darah. Dalam darah kita terkandung 150 – 300 ribuper mm3. Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.( Biology 2. 2006).

  1. Sel darah putih atau leukosit (0,2%)

Terdapat enam jenis leukosit dalam darah, yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, monosit, limfosit, dan sel plasma. Neutrofil, eusinofil dan basofil memiliki granula – granula sehingga sering di sebut granulosit, sedangkan limfosit dan monosit disebut agranulosit ( tidak bergranula).

Sebagian leukosit di bentuk dalam sumsum tulang ( granulosit, monosit, dan limfosit) dan sebagian lagi dalam jaringan limfa ( limfosit dan sel – sel plasma). Bahan – bahan yang diperlukan untuk membentuk leukosit adalah vitamin dan asma amino seperti halnya sel – sel lainnya. Sesudah di bentuk ke berbagai bagian tubuh. Orang dewasa memiliki sekitar 4.800 – 10.800 leukosit per milimeter kubik darah, terdiri dari 62 % neutrofil 2, 3 % eosinofil 0, 4 % basofil 5,3%, monosit dan 30 % limfosit. Secara umum, manfaat leukosit adalah untuk membantu pertahanan tubuh terhadap infeksi yang masuk. (Biologi SMA kelas XI. 2007).

  • Susunan Darah

serum darah atau plasma terdiri atas:

  1. Air: 91,0%
  2. Protein: 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen)
  3. Mineral: 0.9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, , kalium dan zat besi,nitrogen, dll)
  4. Garam (http://id.wikipedia.org/wiki/Darah)
  • Penggolongan Darah

Golongan darah manusia dibedakan berdasarkan komposisi aglutinogen dan aglutininnya. Aglutinogen adalah antigen – antigen dalam eritrosityang membuat sel peka terhadap aglutinasi ( penggumpalan darah ). Aglutinogen disebut zat spesifik golongan karena digunakan untuk menentukan golongan darah. Ada banyak aglutinogen yang menjadi dasar pengelompokkan golongan darah.

Misalnya aglutinogen A dan B menjadi dasar pengelompokkan golongan darah sistem ABO dan aglutinogen Rhesus D menjadi dasar pengelompokkan untuk sistem Rhesus .Aglutinin adalah substansi yang menyebabkan aglutinasi sel , misalnya antibodi. Dr.Karl Landsteiner seorang ahli imonologi dan patologi berkebangsaan Austria (1868 – 1943 ) dan Julius Donath adalah  penemu perbedaan antigen dan antibodi dalam sel darah manusia. (Dasar- Dasar Histologi, Edisi ke delapan ).

  1. Golongan Darah Sistem ABO

Pada golongan darah sistem ABO , darah digolongkan menjadi empat macam yaitu A, B, AB, dan O untuk tujuan transfusi darah . Apabila pada sel darah merah seseorang tidak terdapat aglutinogen A ataupun B ,darah digolongkan O. Jika hanya terdapat aglutinogen , darah digolongkan A. Jika terdapat aglutinogen B , darah digolongkan B dan jika terdapat aglutinogen gen A dan B, maka darah digolongkan AB. Jika dalam sel darah seseorang tidak terdapat aglutinogen A, maka dalam plasma akan terbentuk antibodi yang dikenal sebagai aglutinin ( anti – A) dan jika dalam plasma darah merah tidak terdapat aglutinin B , dalam plasma terbentuk antibodi yang dikenal dengan aglutinin (anti – B).

Berarti golongan darah AB memiliki aglutinogen tipe A dan tipe B serta tidak memiliki aglutinin sama sekali. Sebelum transfusi darah , terlebih dahulu dilakukan penentuan golongan darah antara resipien dan donornya, sehingga darah dapat dicari kesesuainnya.

Pengujian darah dilakukan sebagai berikut ini. Jika darah seseorang yang diuji dicampur dengan serum aglutinin A menggumpal, maka kemungkinan golongan darah orang tersebut adalah A atau AB. Jika darah tidak menggumpal kemungkinan adalah golongan darah B atau O. Apabila diuji dengan serum aglutinin  B menggumpal, kemungkinan adalah golongan darah B atau AB . Akan tetapi ,bila tidak menggumpal maka kemungkinan golongan darah A atau O.

  1. Golongan Darah Sistem Rhesus

Golongan darah sistem rhesus didasarkan atas ada tidaknya aglutinogen rhesus (Rh ) didasarkan atas ada tidaknya aglutinogen rhesus (Rh )yang disebut juga faktor Rhesus. Pada tahun 1940, Landsteiner menemukan bahwa golongan darah A dapat diberikan pada kera jenis macaca mulata, tetapi 15 % lainnya tidak dapat diberikan karena terjadi aglutinasi.

Dari penelitian ini golongan darah A dibagi lagi menjadi golongan darah A ( Rh+ ) atau A  yaitu yang dapat diberikan kepada macica mulata dan golongan darah A ( Rh) atau A+ yang tidak dapat diberikan. Golongan darah yang lain pun dibedakan menjadi Rh+ dan Rh .Seseorang yang memiliki faktor Rh di dalam darah merahnya disebut bergoongan Rh + , sedangkan orang yang tidak memilii faktor Rh dalam darah merahna disebut bergolongan Rh .Faktor Rh tidak begitu berpengaruh dalam transfusi darah tetapi pada kasus tertentu dapat menyebabkan kematian bayi dalam kandungan. (Dasar- Dasar Histologi, Edisi ke delapan )

  • Tranfusi Darah

Tranfusi darah adalah proses pemberian darah dari seorang donor kepada seorang penerima ( resipien ). Sel darah yang diberikan kepada resipien adalah senyawa protein. Jika tidak sesuai berarti sel darah tersebut bersifat sebagai antigen sehingga sel darah akan digumpalkan atau mengalami aglutinasi. Golongan darah O dapat memberikan darahnya kepada ke semua golongan darah sehingga disebut donor universal.

Hal ini terjadi karena sel – sel golongan darah O tidak mengandung aglutinogen sehingga sejumlah kecil dari darah ini dapt ditranfusikan ke hampir setiap resipien tanpa terjadi reaksi aglutinasi dengan cepat. Golongan darah AB disebut resipien universal karena dapat menerima darah dari semua golongan darah . Akan tetapi , tranfusi darah sebaiknya dilakukan antar golongan darah yang sama.

Skema transfusi darah
Golongan darah resipien A B AB O
A + +
B + +
AB
          O + + +

+    :  terjadi penggumpalan

–     :  tidak terjadi penggumpalan

Pada umumnya , tranfusi dilakukan pada orang dalam kondisi berikut ini :

  1. Orang yang mengalami kecelakaan atau luka – luka
  2. Tubuh yang terbakar
  3. Waktu tubuh kehilangan darah , misalnya operasi
  4. Orang yang kekurangan darah akut
  5. Orang yang mengidap penyakit kronis

Pada setiap tranfusi , darah yang dipakai rata – rata antara 300 – 1000 cc. Darah yang diambil tersebut dimasukkan ke dalam botol steril terlebih dahulu .Kemudian darah diberi larutan natrium sitrat 25 % untuk mencegah penggumpalan . Lalu darah disimpan ditempat bersuhu dibawah 00 C. (Dasar- Dasar Histologi, Edisi ke delapan).

dibawah ini adalah alat dan bahan yang ada di Laporan Praktikum Biologi Golongan Darah dan Pembekuan Darah

V. Alat dan bahan

  • Golongan Darah

  1. Jarum Frank
  2. Obyek glass
  3. Kapas
  4. Alkohol 70 %
  5. Jarum pentul atau tusuk gigi
  6. Set serum darah
  • Pembekuan Darah

  1. Jarum Frank
  2. Kaca benda
  3. Arloji, Pipet, Kapas
  4. Tusuk gigi atau jarum pentul
  5. Alkohol 70 %
  6. Larutan Na sitrat 2,5 %

VI. Cara Kerja

  • Golongan Darah

Usaplah ujung jarum Frank dan ujung jari manis dengan alkohol 70 %.

  1. Tusuk jari manis dengan jarum Frank sedalam 2 mm.
  2. Tetes yang pertama di hapus, lalu teteskan darah pada obyek glass di dua tempat seperti terlihat pada gambar di bawah ini :

gambar kolom darah untuk praktikum

4. Tambahkan pada tetes yang pertama aglutinin a, tetes yang kedua aglutinin b.

5. Masing – masing tetes di aduk dengan jarum pentul yang berbeda.

6. Amati yang terjadi pada kedua tetes darah.

Beri tanda (-) bila tidak menggumpal  / tetap cair.

Beri tanda (+) bila menggumpal.

7. Untuk menentukan golongan darah sebagai berikut :

  • Golongan darah A : bila hanya tetes yang di beri aglutinin a menggumpal
  • Golongan darah B : bila hanya tetes yang di beri aglutinin b menggumpal
  • Golongan darah AB : bila kedua tetes menggumpal semua
  • Golongan darah O : bila kedua tetes tetap cair 

8. Lakukan hal yang sama pada semua anggota kelompokmu. Sehingga akan diperoleh data golongan darah terbanyak dikelas.

  • Pembekuan Darah

  1. Usaplah ujung jari manis yang kiri dengan alkohol. Tusuklah ujung jari dengan jarum Frank. Jarum ini hanya boleh sekali pakai sesudah itu dibuang.
  2. Tetes darah yang pertama dihapus.
  3. Letakkan 3 tetes darah secara terpisah pada satu kaca benda, seperti pada gambar dibawah ini :
  4. Perlakuan ketiga tetesan tersebut sbb :

gambar kolom darah untuk praktikum

Beri segera 1 tetes Na sitrat, terus diaduk

Langsung diaduk

Tetes ketiga dibiarkan saja tidak diaduk, sebagai kontrol.

Cara menaduknya yaitu masukkan jarum pentul ke dalam tetesan darah dari samping kemudian diangkat, lakukan ini berulang ulang.

5. Ketiga tetesan diamati setiap selang 30 detik / setengah menit, dengan menggunakan jarum pentul, untuk melihat apakah benang fibrin sudah terbentuk.

6. Catat hasil pengamatan pada tabel dan beri tanda + bila mulai tampak benang – benang fibrin.

VII. Hasil Pengamatan

  • Golongan Darah

No Nama Serum Gol darah
Anti A Anti B
1. A O
2. B v B
3. C O
4. D v B
5. E v A
6. F v B
7. G v v AB
8. H v B

 

Variabel bebas : Sempel Darah

Variabel terikat : Mengertahui golongan darah Kelas IA Biologi

Variabel control : Serum anti a dan b

diagram golongan darah kelas IA biologi

 sampel golongan darah

 

  • Pembekuan Darah

30’ 1 30’ 2 30’ 3 30’ 4 30’ 5 30’ 6 30’ 7 30’ 8 30’ 9 30’ 10
Na sitrat
Diaduk + ++ ++ ++ +++ +++
Didiamkan + ++ +++ ++++ ++++ ++++ +++++

 

Variabel bebas : sempel darah

Variabel terikat : kecepatan pembekuan darah

Variabel control : waktu, Na sitratgambar pembekuan darah

VIII. Pembahasan

  • Golongan Darah

Darah adalah cairan jaringan yang dialirkan melalui pembuluh. Jika kadar O2 tinggi , maka warnanya menjadi merah muda. Sebaliknya juga jika O2 rendah dalam darah , maka darah berwarna merah tua. ( Bioogi 2 ,2006 )

Dr Karl Landsteiner seorang ahli imunologi dan ilmu penyakit kelahiran Austria (1867 – 1943) dan Donath menemukan perbedaan-perbedaan antigen dan antibodi yang dikandung dalam darah manusia . Atas dasar itulah mereka membagi golongan darah menjadi empat macam :

  1. Bila sel darahnya mengandung aglutinogen A dan plasma darahnya dapat membuat aglutinin b , maka dipastikan orang itu bergolongan darah A
  2. Bila sel darahnya mengandung aglutinogen B dan plasma darahnya dapat membuat aglutinin a , maka dipastikan orang itu bergolongan darah B
  3. Bila sel darahnya mengandung aglutinogen A dan B dan plasma darahnya tidak dapat membuat aglutinin , maka dipastikan orang itu bergolongan darah AB
  4. Bila sel darahnya tidak mengandung baik aglutinogen A maupun B namun plasma darahnya dapat membuat aglutinin a maupun aglitinin b , maka dipastikan orang itu bergolongan darah O.

Untuk mengetahui golongan darah tersebut , kami melakukan pengujian golongan darah dengan mengambil sampel darah sebanyak delapan siswa. Dari ke delapan siswa tersebut diperoleh data sebagai berikut :

  • Menggumpal setelah dicampur serum anti A ada 1 siswa.
  • Menggumpal setelah dicampur serum anti B ada 4 siswa
  • Menggumpal setelah dicampur serum anti A kemudian menggumpal setelah dicampur serum anti B ada 1 siswa
  • Tidak menggumpal setelah dicampur serum anti A maupun serum anti B ada 2 siswa

Jadi perbandingan golongan darah A : B : AB : O adalah 1 : 4 : 1 : 2

Perbandingan tersebut membuktikan bahwa golongan darah B dimiliki banyak Mahasiswa di kelas I A Biologi sementara golongan darah A dan AB sedikit dimiliki mahasiswa I A Biologi.

Pada praktikum ini jari manis tangan kiri yang digunakan karena pembuluh darah jari manis di tangan kiri langsung terhubung ke jantung dan  pembuluh darah pada tangan kiri lebih kecil dari pada tanagan kanan karena tangan kiri kurang digunakan untuk beraktifias, sehingga sarafnya lemah dan lukanya tidak terlalu terasa sakit dan pada jari manis terdapat pembuluh balik dan kapiler sehingga lukanya cepat menutup oleh trombosit yang dibantu oleh leukosit karena leukosit bersifat diapedesis(membunuh kuman/penyakit) pada pembuluh darah. Karena hal tersebut maka darah diambil dari tangan kiri agar darah yang keluar hanya darah yang diperlukan dan agar lukanya cepat menutup.

Pada pengujian golongan darah pada praktikum ini dibutuhkan aglutinogen.

Membran eritrosit mengandung dua antigen, yaitu tipe-A dan tipe-B. Antigen ini disebut aglutinogen. Sebaliknya, antibodi yang terdapat dalam plasma akan bereaksi spesifik terhadap antigen tipe-A atau tipe-B yang dapat menyebabkan aglutinasi(penggumpalan) eritrosit. Antibodi plasma yang menyebabkan penggumpalan aglutinogen disebut aglutinin. Ada dua macam aglutinin, yaitu aglutinin-a (zat anti-A) dan aglutinin-b(zat anti B). Aglutinogen digunakan sebagai dasar pengelompokkan golongan darah. Misalnya aglutinogen A dan B menjadi dasar pengelompokkan golongan darah sistem ABO dan aglutinogen Rhesus D menjadi dasar pengelompokkan untuk sistem Rhesus.

  • Pembekuan Darah

Waktu pembekuan adalah waktu yang diperlukan darah untuk membeku, hasilnya dapat dijadikan ukuran aktivitas faktor-faktor koagulasi. Hasil praktikum kelompok kami, Pengujian pertama darah dicampur Na Sitrat tidak terjadi pembekuan darah sampai batas yang kami amati yaitu 30 detik ke 10. Ini dikarenakan Na Sitrat yang berfungsi mengikat kalsium menjadi komplek kalsium sitrat.

Bahan ini banyak digunakan dalam darah untuk transfuse, karena tidak tosik. Pengujian yang ke dua dengan diaduk secara terus menerus mengalami pembekuan darah lebih cepat dibandingkan dengan yang diberi Na Sitrat sampai batas yang kami amati yaitu 30 detik ke 5, Ini dikarenakan benang- benang fibrin yang berfungsi untuk menututup luka selalu terputus-putus karena terus menerus diaduk.

Pengujian yang ke tiga darah didiamkan ini mengalami pembekuan darah yang paling cepat karena benang- benang fibrin menyatu lebih cepat dan tidak ada penghalang dalam proses pembekuan darah, darah yang didiamkan ini membeku pada 30 detik ke 4.

Data ini dinyatakan normal, karena hasil intrepetasi menunjukkan waktu pendarahan normal antara 30 detik ke 18 sampai 30 detik ke 30. Kelainan mungkin terjadi, bila didapat waktu pembekuan yang memanjang (diatas 30 detik ke 30). Kelainan ini merupakan kelainan beberapa faktor koagulasi (koagulopati) inhibitor dalam darah misalnya heparin. Bekuan darah terganggu atau tidak terjadi, disebabkan oleh :

Fibrinogen, Prothrombin, Jaringan Tromboplastin, Kalsium, Proaccelerin, Proconvertin, Antihemophilic faktor, Tromboplastin Plasma komponen, Stuar faktor, Tromboplastin plasma, Hageman factor, Fibrin-faktor yang menstabilkan.

 skema pembekuan darah

Cara Kerja Pembekuan Darah:

  • Ketika luka mulai mengeluarkan darah pada tubuh kita,
  • maka trombo cyt akan tersangkut bagi an yang kasar karena luka itu ,
  • trombocyt pecah mengeluarkan enzim trombokinase/tromboplastin .
  • enzim segera bergabung dengan kalsium , vit K dan protrombin protein darah yang ada di plasma darah.
  • komponen itu terjadi reaksi kimia yang akhirnya membentuk jalinan benang-benang yang dihasilkan membentuk lapisan pelindung.
  • Lapisan sel-sel paling atas akhirnya mati, menumpuk, sehingga membentuk keropeng.
  • Di bawah keropeng ini, atau lapisan pelindung, sel-sel baru sedang terbentuk.
  • Ketika sel-sel yang rusak telah selesai diperbarui, keropeng tersebut akan mengelupas.

Dibawah ini akan dibahas pertanyaan yang terkait Laporan Praktikum Biologi Golongan Darah dan Pembekuan Darah.

IX. Pertanyaan

  • Golongan Darah

  1. Sebutkan sistem penggolongan darah selain sistem ABO !

Jawab: Metode uji golongan darah yang lain

  1. Uji darah golongan rhesus
  2. Uji terhadap penyakit infeksi
  3. Uji cross match / uji silang

2. Mengapa golongan darah A bila diberi aglutinin a akan menggumpal ?

Jawab :  Golongan darah A mengandung aglutinogen A dan aglutinin b dalam plasma darah.  Aglutinogen A akan bereaksi spesifik terhadap aglutinin a yang dapat menyebabkan penggumpalan.

  1. Mengapa golongan darah B tidak menggumpal bila diberi aglutinin a?

Jawab : Karena pada golongan darah B mengandung aglutinogen B dan aglutinin a, jadi tidak akan terjadi penggumpalan.

skema transfusi darah yang aman

5. Apakah golongan darah merupakan salah satu sifat yang diwariskan dari orang tua kepada anaknya ?

Jawab : Iya, karena golongan darah diwariskan dari gen orang tua yang dibawa anak sejak lahir.

soal persilangan golongan darah

  • Pembekuan Darah

  1. Apa perbedaan yang terlihat antara ketiga tetes darah yang diamati ?

Jawab : Pada perlakuan pertama darah diberi Na Sitrat sampai 30 detik ke – 10 tidak terjadi pembekuan, sedangkan pada perlakuan kedua darah di aduk pada 30 detik  ke – 5 baru terjadi pembekuan, lalu pada perlakuan ketiga darah didiamkan pada 30 detik ke – 4 sudah terjadi pembekuan.

  1. Apa penyebab perbedaan tersebut ?

Jawab : Karena ada perlakuan yang berbeda pada ketiga tetes darah tersebut.

  1. Faktor apa yang berperan dalam proses pembekuan darah ?

Jawab :

Fibrinogen: sebuah factor koagulasi yang tinggi berat molekul protein plasma dan diubah menjadi fibrin melalui aksi trombin. Kekurangan faktor ini menyebabkan masalah pembekuan darah afibrinogenemia atau hypofibrinogenemia.
Prothrombin: sebuah faktor koagulasi yang merupakan protein plasma dan diubah menjadi bentuk aktiftrombin (faktorIIa) oleh pembelahan dengan  mengaktifkanfaktor X (Xa) di jalur umum dari pembekuan. Fibrinogen trombin kemudian memotong kebentuk aktif fibrin.Kekurangan faktor menyebabkan hypoprothrombinemia.
Jaringan Tromboplastin: koagulasi faktor yang berasal dari beberapa sumber yang berbeda dalamtubuh, seperti otak dan paru-paru; Jaringan Tromboplastin penting dalam pembentukan prothrombin ekstrinsik yang mengkonversi prinsip di Jalur koagulasi ekstrinsik. Disebut juga faktor jaringan.
Kalsium: sebuah faktor koagulasi diperlukan dalam berbagai fase pembekuan darah.
Proaccelerin: sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif labil dan panas, yang hadir dalam plasma, tetapi tidak dalam serum, dan fungsi baik di intrinsik dan ekstrinsik koagulasi jalur. Proaccelerin mengkatalisis pembelahan prothrombintrombin yang aktif.Kekurangan faktorini, sifatresesif autosomal, mengarah pada kecenderungan berdarah yang langka yang disebut parahemophilia, dengan berbagai derajat keparahan.Disebutjuga akselerator globulin.
Proconvertin: sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif stabil dan panas dan berpartisipasi dalam Jalur koagulasi ekstrinsik. Hal inidiaktifkan oleh kontak dengan kalsium, dan bersama dengan mengaktifkan faktor III itufaktor X. Defisiensi faktor Proconvertin, yang mungkin herediter (autosomal resesif) atau diperoleh (yang berhubungan dengan kekurangan vitamin K), hasil dalam kecenderungan perdarahan. Disebutjuga serum prothrombin konversi faktor akselerator dan stabil.

X. Kesimpulan

Dari hasil praktikum yang telah kami lakukan dapat disimpulkan sebagai berikut :
  1. Golongan darah tergantung pada tipe aglutinogen dan aglutinin yang terkandung dalam darah.
  2. Golongan darah dapat ditentukan dengan melihat penggumpalan yang terjadi pada serum A atau serum B.
  3. Tujuan dari pengujian golongan darah yaitu agar kita dapat mengetahui golongan darah apa yang dapat kita terima ketika sewaktu-waktu kita memerlukan bantuan darah dari orang lain dan kita dapat mendonorkan darahkita kepada orang yang tepat.
  4. Dalam proses pembekuan darah, yang mendapat perlakuan didiamkan paling cepat , selanjutnya pada perlakuan yang diaduk secara terus – menerus, lalu yang paling lama mengalami pembekuan darah adalah yang di beri Na Sitrat.
  5. Lama waktu pembekuan darah ditentukan oleh lamanya trombosit membentuk benang fibrin.
  6. Faktor penghalang dalam proses pembekuan darah yaitu Kadar gula dalam darah, jumlah hemoglobin yang sedikit, jumah garam kalsium dalam darah, jumlah trombosit yang sedikit.
  7. Dari kedua praktikum (golongan darah dan pembekuan darah ) pada dasarnya mengetahui golongan darah sangat penting untuk kehidupan sehari – hari, contohnya apabila kita mengalami kekurangan darah disaat tertentu maka butuh transfusi darah yang sesuai agar pembekuan darah berjalan lancar dan tidak ada penggumpalan dalam proses transfusi darah.

ini adalah Daftar pustaka dari Laporan Praktikum Biologi Golongan Darah dan Pembekuan Darah

Daftar Pustaka 

  1. Ramaley,Judith. 1988.Dasar – dasar Histologi Edisi kedelapan.Jakarta:Erlangga
  2. Pratiwi, D.A dkk.2007.Biologi Jilid 2 untuk SMA kelas XI.Jakarta:Erlangga
  3. Priadi, Arif.2006.Biology 2.Jakarta:Yudhistira
  4. (http://id.wikipedia.org/iki/Darah
  5. (http://aboutlabkes.wordpress.com/2012/01/30/eritrosit/ )

Sekian Laporan Praktikum Biologi Golongan Darah dan Pembekuan Darah semoga bermanfaat.

Baca juga artikel menarik :Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen, Jenis, Ekosistem

Leave A Reply

Your email address will not be published.