Mari Belajar Biologi

Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen, Jenis, Ekosistem

0

Halo para pembaca edubiologi.com. Kali ini saya akan membahas tema yang menurut saya sangat menarik. Saking menariknnya, kamu mungkin akan lupa waktu jika sudah membahas tentang tema yang satu ini. Tema yang akan saya bahas adalah keanekaragaman hayati tingkat gen, jenis, ekosistem. Keanekaragaman hayati atau biodiversity memang menjadi bahasan yang menarik baik di bidang pendidikan bahkan pemerintahan. Bahkan temaini sering dijadikan pokok pembahasan skripsi atau debat.

Keanekaragaman hayati berkembang dan keanekaragaman pada tingkat gen, jenis, dan ekosistem. Keanekaragaman organisme merupakan suatu konsep yang menunjuk pada vaniasi sifat dan ciri gen, jenis, dan ekosistem. Ketiga tingkat keanekaragaman hayati diatas tidak bisa dipisahkan karena saling berhubungan satu sama lain. Ketiganya dipandang sebagai suatu keseluruhan atau totalitas, yaitu sebagai keanekaragaman hayati. Untuk lebih memahami mengenai keanekaragaman hayati, kita akan mengkajinya satu persatu mulai dari keanekaragaman hayati pada tingkat gen, jenis dan ekosistem.

KEANEKARAGAMAN HAYATI TINGKAT GEN, JENIS, EKOSISTEM

  1. Keanekaragaman Tingkat Gen

Setiap makhluk hidup memiliki kerangka dasar komponen sifat menurun yang sama. Kerangka dasar tersebut tersusun atas ribuan hingga jutaan faktor menurun yang mengatur tata cara pewarisan sifat itu. Faktor-faktor menurun tersebut itulah yang dinamakan gen atau plasma nutfah (germ plasm). Masing-masing sifat dikendalikan oleh gen tertentu yang susunannya berbeda satu dengan yang lainnya. Gen merupakan substansi kimia sebagai pembawa sifat menurun. Gen terdapat di lokus gen pada kromosom yang ada di dalam inti sel setiap makhluk hidup. Pada spesies yang sama dapat terjadi keanekaragaman susunan gen sehingga memunculkan variasi dalam satu spesies. Oleh karena itu, tidak ada individu yang benar-benar sama dalam segala hal.

Keanekaragaman gen menunjukkan adanya variasi susunan gen antara individu dalam tingkat jenis yang sama. Akibat adanya variasi susunan gen antar individu sejenis maka tidak pernah dijumpai dua individu yang sama persis sifatnya. Variasi gen dalam satu spesies tersebut menyebabkan terbentuknya varietas.

Varietas dapat terjadi pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Varietas atau variasi yang dapat dilihat pada manusia, misalnya warna kulit, bentuk rambut dan warna rambut, golongan darah, warna kornea mata, serta bentuk hidung. Variasi pada hewan dapat dilihat misalnya panjang bulu pada anjing atau variasi bentuk pial pada ayam.

keanekaragaman hayati tingkat gen, jenis, ekosistem

Variasi pada tumbuhan dapat dilihat, misalnya keanekaragaman jenis tanaman padi dan tanaman kelapa. Seperti yang kita tahu bahwa padi mmiliki banyak varietas yang beredar dipasaran. Contohnya padi  Cisadane, Kruing, 1R5, Bengawan dan Rojolele. Secara sekilas, semua varietas padi tersebut memiliki kemiripan sifat. Tapi, jika diamati lebih lanjut akan terlihat banyak perbedaan seperti rasa, jumlah biji pada setiap bulir, umurnya, bentuk daun, dan syarat lingkungan yang ideal. Pada tanaman kelapa dijumpai varietas kelapa hijau, kelapa gading, dan sebagainya. Penampilan fisik secara keseluruhan, ukuran buah, rasa buah, warna kulit buah, ketebalan kulit buah, dan jumlah buah pada setiap tandannya berbeda. Keanekaragaman pada tingkat gen dapat terjadi secara alami karena pengaruh Iingkungan atau secara buatan, misalnya melalui persilangan. Keanekaragaman Tingkat Jenis

Pada satu spesies saja terdapat perbedaan-perbedaan, apalagi pada kelompok makhluk hidup yang berbeda spesies maka Iebih banyak lagi perbedaan-perbedaan yang akan kita dapati. Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antarjenis. Keanekaragaman jenis Iebih mudah diamati dibanding keanekaragaman gen. Perbedaan antar spesies organisme dalam satu famili lebih terlihat sehingga mudah diamati.

Keanekaragaman tingkat jenis dapat dijumpai pada tanaman kacang. Dalam keluarga kacang-kacangan, kita mengenal kacang tanah, kacang buncis, kacang kapri, kacang hijau, kacang panjang, dan lain-lain. Di antara jenis-jenis kacang-kacangan tersebut kita dapat dengan mudah membedakannya. Struktur dasar bunga dan daunnya sama, tetapi ukuran tubuh, bentuk buah dan biji, warna biji, serta rasanya berbeda. Keanekaragaman tingkat jenis dapat menyebabkan perbedaan makhluk hidup pada tingkatan genus, misalnya antara harimau (Panthera tigris), macan tutul (Panthera pardus), dan singa (Panthera leo). Walaupun ketiga hewan tersebut termasuk dalam satu keluarga, tetapi di antara ketiganya ditemukan perbedaan yang mencolok.

  1. Keanekaragaman Tingkat Ekosistem

Makhluk hidup yang beraneka ragam selalu berinteraksi dengan lingkungannya, baik dengan lingkungan sekitarnya (lingkungan abiotik) maupun dengan jenis makhluk hidup lain. Lingkungan abiotik meliputi udara, suhu, kelembapan, tanah, air, ikiim, dan cahaya. Sistem yang terbentuk akibat interaksi tersebut dinamakan ekosistem. Setiap tipe ekosistem biasanya terdiri atas makhluk hidup dan unsur-unsur Iingkungan yang khas, berbeda dengan komponen penyusun ekosistem Iainnya.

keanekaragaman hayati tingkat jenis, ekosistem

Di bumi ini terdapat berbagai tipe ekosistem, misalnya ekosistem sungai, ekosistem pantai, ekosistem laut, dan ekosistem sawah. Selanjutnya akan terbentuk ekosistem yang lebih luas seperti padang rumput, hutan hujan tropis, gurun pasir, hutan musim, tundra, dan taiga. Misalnya saja kamu lihat ekosistem hutan dan laut. Keduanya pasti memiliki komponen penyusun yang berbeda bukan?

Demikian artikel tentang keanekaragaman hayati tingkat gen, jenis dan ekosistem. Semoga bermanfaat dan menambah wawasanmu tentang biologi.

Referensi :

Setiowati, Tetty & Furqonita, Deswanty. 2007. Biologi Interaktif. Jakarta: Azka Press

Leave A Reply

Your email address will not be published.