Mari Belajar Biologi

Daur Hidup Fasciola Hepatica

0

Daur hidup Fasciola hepaticaFasciola hepatica merupakan salah satu parasit pada manusia maupun hewan. Fasciola hepatica atau biasa disebut dengan cacing hati termasuk dalam filum Platyhelminthes, yaitu cacing yang memiliki tubuh flat atau pipih. Cacing hati masuk dalam kelas Trematoda, yaitu kelas dari anggota hewan avertebrata yang memiliki alat hisap. Biasanya cacing hati berukuran 2,5 cm – 3 cm dengan lebar sekitar 1-1,5 cm. Bagian mulut Fasciola hepatica dilengkapi dengan alat penghisap. Bagian tubuh dari Fasciola hepatica ditutupi oleh sisik kecil dari kutikula yang berperan sebagai pelindung dan membantu saat bergerak.

Fasciola hepatica memiliki ciri-ciri simetri bilateral, arah tubuh sudah jelas yaitu arah anterior-posterior dan arah dorsal-ventral. Tubuh anggota Platyhelminthes memiliki tiga lapisan sel (triploblastik) yaitu ektoderm yang akan berkembang menjadi kulit, mesoderm yang akan berkembang menjadi otot-otot dan beberapa organ tubuh dan endoderm yang akan berkembang menjadi alat pencernaan makanan. Tetapi, kelompok hewan ini masih tetap tergolong tingkat rendah, mengingat tubuh tidak mempunyai rongga tubuh yang sebenarnya (aselomata).

daur hidup Fasciola hepatica

Cacing hati memiliki sifat hemaprodit, dapat berkembang biak dengan pembuahan sendiri atau pun pembuahan silang. Jika bertelur, jumlah yang dihasilkan sekitar 500.000 butir. Daur hidup Fasciola hepatica cukup panjang. Untuk mencapai fase dewasa, Fasciola hepatica harus melewati beberapa inang terlebih dahulu. Untuk lebih jelasnya, berikut daur hidup Fasciola hepatica yang perlu kamu ketahui.

Secara garis besar, fase hidup Fasciola hepatica terdiri dari telur – Larva – Serkaria – Metaserkaria – Cacing dewasa.

DAUR HIDUP Fasciola hepatica

daur hidup Fasciola hepatica

Sumber: http://www.md-health.com

FASE TELUR

Cacing hati biasa hidup pada tubuh sapi ataupun kambing. Karena bersifat hermaprodit, Fasciola hepatica tetap bisa melakukan pembuahan tanpa dibuahi oleh individu pasangannya. Fasciola hepatica akan menghasilkan telur yang sangat banyak pada organ hati inangnya. Setelah itu, telur akan diteruskan ke empedu dan menuju ke usus besar. Disini telur akan bercambpur dengan feses atau kotoran sapi. Setelah keluar dari tubuh inang, telur akan siap untuk menetas jika kelembaban lingkungannya masih tinggi. Setelah menetas, akan muncul larva Fasciola hepatica.

Baca juga : Bagian otak manusia dan fungsinya

FASE LARVA

Larva Fasciola hepatica memiliki cilia atau rambut getar pada permukaan tubuhnya yang biasa disebut dengan mirasidium. Setelah menetas, mirasidium akan terbawa aliran air dan mencari inang baru. Inang ideal bagi mirasidium adalah anggota moluska seperti siput air tawar. Didalam tubuh siput, mirasidium akan tumbuh menghasilkan sporokista. Sporokista ini akan menghasilkan redia secara partenogenesis. Kemudian redia akan membentuk serkaria secara paedogenesis. Pada siput air tawar, mirasidium tidak bersodat parasit. Hal ini karena siput air tawar sudah resisten terhadap kehadiran mirasidium dan mirasidium hanya menumpang tempat saja untuk melanjutkan fase berikutnya.

FASE SERKARIA

Setelah serkaria terbentuk, serkaria akan keluar dari tubuh siput. Bentuk morfologi dari serkaria mirip seperti kecebong yang memiliki ekor untuk bergerak. Serkaria ini akan berpindah ke tumbuhan yang ada disekitar lingkungan berair atau lembab. Biasanya serkaria akan menempel pada rumput dan beralih ke fase metaserkaria. Pada fase metaserkaria ini, ekor yang tadi berfungsi untuk bergerak akan tereduksi atau hilang.

FASE METASERKARIA

Fase ini merupakan bentuk cacing hati yang akan menginfeksi inang baru. Metaserkaria ini juga tidak mudah mati walaupun lama menempel pada rumput. Metaserkaria akan memiliki perlindungan diri dengan membentuk kista sehingga dapat bertahan pada waktu yang lama. Bentuk kista ini merupakan fase dorman karena tidak melakukan aktifitas apapun. Karena menempel pada rumput, metaserkaria akan termakan oleh hewan herbivora seperti hewan ternak. Jika sudah termakan, kista akan tumbuh menjadi cacing dewasa dan menginfeksi hewan ternak. Jika menempel pada tumbuhan sayur, kista juga bisa menginfeksi manusia yang mengonsumsi tumbuhan sayur tersebut. Setelah menginfeksi inangnya, Fasciola hepatica akan melanjutkan siklus hidupnya kembali.

Itulah tadi daur hidup Fasciola hepatica. Jika sudah mengetahui semua daur hidupnya, yang harus kita lakukan adalah tetap berhati-hati dalam mengonsumsi makanan. Cara pencegahannya tentu kamu harus memasikan daging hewan ternak yang dikonsumsi benar-benar sehat dan diolah dengan cara yang tepat. Begitu pula ketika kamu mengonsumsi sayur. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

Demikian artikel mengenai daur hidup Fasciola hepatica. Semoga dapat menambah wawasanmu di bidang biologi dan dapat bermanfaat. Terima kasih dan sampai jumpa.

Referensi:

Olsen, O. W. 1974. Animal Parasites: Their Life Cycles and Ecology. New York: Dover Publication

Leave A Reply

Your email address will not be published.