Mari Belajar Biologi

Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

2

Ciri-ciri tumbuhan paku – Tumbuhan paku atau biasa disebut dengan fern merupakan anggota dari kingdom plantae. Tumbuhan paku merupakan sebuah kelas didalam kingdom plantae yang biasa disebut dengan Pteridophyta. Tumbuhan paku memiliki bagian tubuh berupa kormus, yaitu sudah memiliki akar, batang dan daun sejati. Tumbuhan paku juga termasuk dalam tracheophyta karena sudah memiliki sistem pembuluh didalamnya.

Tumbuhan paku ini tersebar diseluruh dunia dengan kondisi alam yang berbeda-beda. Biasanya tumbuhan paku akan tumbuh pada lingkungan yang kurang subur untuk lahan pertanian. Spesies tumbuhan paku sangat banyak, kira-kira ada 12.000 spesies tumbuhan paku yang hidup di bumi. Hal ini tidak menutup kemungkinan jika masih ada tumbuhan paku yang masih belum teridentifikasi. Indonesia sendiri memiliki banyak spesies tumbuhan paku yang hidup di kawasan hutan maupun lahan.

Tumbuhan paku tidak menghasilkan biji untuk melakukan regenerasi, tetapi tumbuhan paku memiliki spora untuk disebarkan sebagai upaya untuk perbanyakannya. Dengan menggunakan spora, mungkin kamu teringat dengan tumbuhan lumut dan fungi yang memiliki cara perbanyakan yang sama. Tumbuhan paku sendiri juga memiliki ciri-ciri yang sangat unik seperti tunas akan menggulung saat masih muda. Akar tumbuhan paku yaitu akar serabut. Sel-sel akar telah mengalami proses diferensiasi menjadi kulit luar (epidermis), kulit dalam (korteks), dan silinder pusat (stele) yang terdiri atas xylem dan floem.

Batang tumbuhan paku biasanya tumbuh dibawah tanah, namun ada juga beberapa tumbuhan paku yang batangnya tumbuh diatas tanah. Seperti akar, batang pada tumbuhan paku juga sudah mengalami proses diferensiasi menjadi epidermis, korteks dan silinder pusat. Daun tumbuhan paku mengandung klorofil untuk fotosintesis. Pada permukaan bawah daun dewasa biasanya terdapat bintik-bintik hitam yang biasa disebut dengan istilah sorus dalam ilmu biologi.

Baca juga : Bagian otak manusia dan fungsinya

Dalam sorus ada banyak kotak spora yang dilindungi selaput bernama indisium. Kotak spora berisi spora untuk perbanyakan. Daun paku yang menghasilkan spora disebut dengan istilah sporofil.  Untuk mengetahui lebih lengkap ciri-ciri dari tumbuhan paku, berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

CIRICIRI TUMBUHAN PAKU

  1. Tumbuhan paku berbentuk kormus, yaitu sudah memiliki akar, batang daun yang sejati. Tidak seperti tumbuhan lumut yang masih berbentuk thalus, yaitu akar, batang dan daunnya masih belum bisa dibedakan.
  2. Tumbuhan paku termasuk dalam Tracheophyta, maka tumbuhan ini sudah memiliki berkas pembuluh angkut didalamnya yaitu xylem dan floem. Xilem berfungsi untuk mentransport air dan unsur hara lain dari tanah menuju ke daun untuk proses fotosintesis. Sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil metabolisme fotosintesis dan membawanya ke bagian tumbuhan yang lain.
  3. Tumbuan paku memiliki dua fase generasi, yaitu fase sporofit untuk menghasilkan spora dan fase gametofit untuk menghasilkan sel gamet. Fase sporofit merupakan fase yang paling dominan pada tumbuhan paku, kebalikan dari tumbuhan lumut.
  4. Jika dilihat dari fungsinya, daun tumbuhan paku dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu tropofil untuk fotosintesis dan daun sporofit sebagai daun penghasil spora.
  5. Berdasarkan bentuknya, Pteridophyta dibagi menjadi dua kelompok, yang pertama yaitu mikrofil (memiliki ukuran daun kecil) dan makrofil (memiliki ukuran daun besar).
  6. Tumbuhan paku berdasarkn ukuran dan bentuk daunnya dibedakan menjadi dua jenis yaitu paku heterofil (mempunyai dua jenis daun yang berbeda ukuran beserta bentuknya) dan paku homofil (memiliki daun dengan ukuran dan bentuk yang sama).
  7. Tumbuhan paku memiliki habitat baik di perairan, darat, bahkan ada juga yang menempel pada substrat atau tumbuhan lain.
  8. Daun muda biasanya menggulung dan memiliki struktur seperti sisik.
  9. Tumbuhan paku dapat bereproduksi dengan dua cara, yaitu dengan cara vegetatif melalui pembentukan gemmae. Yang kedua adalah dengan cara generatif, yaitu pembuahan gamet jantan dan gamet betina.
  10. Daun tumbuhan paku memiliki klorofil sehingga bersifat fotoautotrof.
  11. Ukuran tumbuhan paku sangat beragam, ada yang kecil dan ada pula yang besar tergantung pada spesiesnya.

Itulah tadi ciri-ciri tumbuhan paku. Tumbuhan paku memang lebih maju dibandingkan dengan kelompok Bryophyta atau lumut-lumutan. Di masyarakat, ada beberapa tumbuhan paku yang digunakan sebagai bahan makanan, ada juga yang menjadikannya sebagai tanaman hias karena bentuknya yang unik. So, sudah jelas bukan ciri-ciri tumbuhan paku diatas? Semoga dapat menambah wawasanmu ya guys, semoga bermanfaat.

Referensi:

Saktiyono. 2006. IPA Biologi. Jakarta: Erlangga

2 Comments
  1. […] memiliki fungsi yang berbeda, xilem dan floem bekeja sama untuk membuat tumbuhan tetap melangsungkan hidupnya. Itulah tadi fungsi xilem dan floem. Kini kamu sudah bisa membedakan […]

  2. […] pada tumbuhan dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu pertumbuhan primer dan sekunder. Pertumbuhan primer adalah […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.